TAUSIAH: Manfaatkan Waktu untuk Beramal Saleh (1)

Editor Ilustrasi/pixabay.com
Silahkan bagikan

Oleh Ustaz Abu Isma’il Muslim al-Atsari

VISI.NEWS – Waktu adalah salah satu nikmat yang agung dari Allah Subhanahu wa Taala kepada manusia. Sudah sepantasnya manusia memanfaatkannya secara baik, efektif, dan semaksimal mungkin untuk beramal saleh.

Allah Taala telah bersumpah dengan menyebut masa dalam firman-Nya:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal salah dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran. (al-‘Ashr/103:1-3).

Di dalam surat yang mulia ini Allah Subhanahu wa Taala bersumpah dengan masa, dan ini menunjukkan pentingnya masa. Sesungguhnya di dalam masa terdapat keajaiban-keajaiban. Di dalam masa terjadi kesenangan dan kesusahan, sehat dan sakit, kekayaan dan kemiskinan.

Jika seseorang menyian-nyiakan umurnya, seratus tahun berbuat sia-sia, bahkan kemaksiatan belaka, kemudian ia bertaubat di akhir hayatnya, dengan taubat yang diterima, maka ia akan mendapatkan kebahagiaan sempurna sebagai balasannya, berada di dalam surga selama-lamanya.

Dia betul-betul mengetahui bahwa waktu hidupnya yang paling berharga adalah sedikit masa taubatnya itu. Sesungguhnya masa merupakan anugerah Allah Taala, tidak ada cela padanya, manusia-lah yang tercela ketika tidak memanfaatkannya.

Peringatan Rasulullah

Nabi Muhammad saw (shallallahu alaihi wa sallam) telah mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu, sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut ini:

“Dari Ibnu Abbas aadhiyallahu anhu, dia berkata: Nabi hallallahu alaihi wa sallam bersabda: Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang.” (HR Bukhari, no. 5933).

Hadis yang mulia ini memberitakan bahwa waktu luang adalah nikmat yang besar dari Allah Taala, tetapi banyak manusia tertipu dan mendapatkan kerugian terhadap nikmat ini.

Baca Juga :  Bea Cukai Surakarta Musnahkan Barang Ilegal Termasuk "Sex Toys"

Di antara bentuk kerugian ini adalah:

1. Seseorang tidak mengisi waktu luangnya dengan bentuk yang paling sempurna. Seperti menyibukkan waktu luangnya dengan amalan yang kurang utama, padahal ia bisa mengisinya dengan amalan yang lebih utama.

2. Dia tidak mengisi waktu luangnya dengan amalan-amalan yang utama, yang memiliki manfaat bagi agama atau dunianya. Namun kesibukkannya adalah dengan perkara-perkara mubah yang tidak berpahala.

3. Dia mengisinya dengan perkara yang haram, ini adalah orang yang paling tertipu dan rugi. Karena ia menyia-nyiakan kesempatan memanfaatkan waktu dengan perkara yang bermanfaat. (bersambung)/@fen/sumber: almanhaj.or.id

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Pemprov Jabar akan Tindak Lanjuti LHP BPK

Sab Jan 9 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar akan menindaklanjuti rekomendasi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jabar. “BPK Perwakilan Jabar menyerahkan LHP kepada Pemda Provinsi Jabar dan DPRD Jabar di Gedung BPK Perwakilan Jabar, Kota Bandung […]