TAUSIAH: Memaknai Kehidupan yang Fana dengan Gaya Hidup Islami (2)

Editor Ilustrasi./dok/net.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Jika dua hal tersebut terpenuhi dalam setiap perjalanan hidup manusia, jelas akan membuat manusia merasakan ketenteraman lahir dan batin. Hanya saja, untuk mewujudkan kedua hal tersebut memang bukanlah sesuatu yang mudah.

Setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya, perbedaan inilah yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya hidup manusia.

Perbedaan cara pandang yang akhirnya menjadi perbedaan persepsi itu memunculkan beragam cara hidup atau yang lebih populer disebut sebagai perbedaan gaya hidup. Bagi umat Islam, gaya hidup setiap individu telah diatur oleh Allah dan Rasul-Nya melalui Alquran dan As Sunnah.

Keduanya adalah penuntun yang paling tepat untuk menuju ke arah jalan yang lebih lurus. Namun, seiring perkembangan zaman sepertinya telah mengubah sebagian besar kaum muslim dalam memahami tuntunan dalam menjalani hidup.

Saat ini sebagian orang memang bergaya hedonis, suka berfoya foya dan hanya memikirkan kepentingan duniawi. Sungguh hal tersebut sangat bertentangan dengan gaya hidup sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Dalam pandangan Islam gaya hidup dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, pertama gaya hidup Islami dan kedua gaya hidup jahili.

Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang mutlak dan kuat, yaitu tauhid. Inilah gaya hidup orang beriman. Adapun gaya hidup jahili, landasannya bersifat relatif dan rapuh penuh dengan nuansa kesyirikan, inilah gaya hidup orang kafir.

Setiap individu muslim sudah menjadi keharusan baginya untuk memilih gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupannya. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT berikut:

ﻗُﻞۡ ﻫَٰﺬِﻩِۦ ﺳَﺒِﻴﻠِﻲٓ ﺃَﺩۡﻋُﻮٓﺍْ ﺇِﻟَﻰ ﭐﻟﻠَّﻪِۚ ﻋَﻠَﻰٰ ﺑَﺼِﻴﺮَﺓٍ ﺃَﻧَﺎ۠ ﻭَﻣَﻦِ ﭐﺗَّﺒَﻌَﻨِﻲۖ ﻭَﺳُﺒۡﺤَٰﻦَ ﭐﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻣَﺂ ﺃَﻧَﺎ۠ ﻣِﻦَ ﭐﻟۡﻤُﺸۡﺮِﻛِﻴﻦَ

Baca Juga :  DATA BOLA DUNIA | Hasil, Klasemen, dan Jadwal Liga Primer Inggris 2021/2022 Terbaru

“Katakanlah: Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang musyrik.” (QS Yusuf: 108)

Berdasarkan arti ayat tersebut, jelaslah bahwa bergaya hidup Islami hukumnya wajib bagi setiap muslim, dan gaya hidup jahili adalah haram hukumnya.

Hanya saja dalam kenyataan justru membuat kita sangat prihatin, sebab justru gaya hidup jahili yang diharamkan itulah yang mendominasi sebagian besar gaya hidup umat Islam. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah saw. Beliau bersabda:

“Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta. Ditanyakan kepada Rasulullah, Ya Rasulullah, mengikuti orang Persia dan Romawi? Beliau menjawab, Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR al-Bukhari dari Abu Hurairah, sahih)

Berikut ini adalah beberapa prinsip gaya hidup Islami yang diridai Allah:

Berniat untuk ibadah

Dalam menjalankan suatu hal di dunia ini, baik untuk hal yang berbau modern ataupun konvensional semuanya harus dilandasi dengan niat ibadah kepada Allah.

Baik dan pantas

Segala gaya yang dapat dilakukan dalam kehidupan harus berlandaskan pada dasar baik dan pantas, dalam arti harus sesuai dengan syariat, akal sehat, serta adat istiadat. (bersambung)/ @fen/sumber: manajemen@unida.gontor.ac.id/muhammad anant adji

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Wapres: Jaga Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Covid-19 Hukumnya Wajib

Rab Feb 3 , 2021
Silahkan bagikan– “Orang yang mengingkari ilmu kedokteran sama halnya mengingkari tata aturan kehidupan keduniaan yang telah ditetapkan Tuhan.” VISI.NEWS – Mematuhi protokol kesehatan , melakukan vaksinasi, dan menerapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di masa pandemi sekarang ini, pada dasarnya merupakan upaya menghindari terjadinya bahaya dan kerusakan yang disebabkan […]