TAUSIAH: Memaknai Kehidupan yang Fana dengan Gaya Hidup Islami (3/Habis)

Editor Ilustrasi./dok/net.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS –

Halal dan Thayib

Segala hal yang dikenakan untuk menunjang gaya hidup harus bersifat halal secara hukum Islam, serta thayib atau tidak akan merugikan atau menyakiti siapa pun.

Tanpa Kebohongan

Kehidupan dalam Islam sangat dilarang mengandung kebohongan, semua orang harus memiliki kejujuran sebagai dasar utama dalam menjalani kehidupan duniawi.

Tidak Berlebihan

Gaya hidup islami juga melarang seseorang untuk bersikap berlebihan, sebab hal tersebut hanya akan merugikan diri sendiri dan orang orang di sekitarnya. Allah tidak menyukai orang orang yang gemar memubazirkan sesuatu.

Berpola hidup sederhana harus dibudayakan dan dilakukan untuk umat Islam. Tak terkecuali di lingkungan terdekat kita dan keluarga kita. Kalau orang tua memberikan contoh pada anak-anaknya tentang kesederhanaan, maka anak akan terjaga dari merasa dirinya lebih dari orang lain, tidak senang dengan kemewahan, dan mampu mengendalikan diri dari hidup bermewah-mewah.

Sederhana adalah suatu keindahan. Mengapa? Karena seseorang yang sederhana akan mudah melepaskan diri dari kesombongan dan lebih mudah merasakan penderitaan orang lain. Jadi, bagi orang yang merasa penampilannya kurang indah, perindahlah dengan kesederhanaan. Sederhana adalah buah dari kekuatan mengendalikan keinginan.

Dalam Islam, kaya itu bukan hal yang dilarang, bahkan dianjurkan. Perintah zakat bisa dipenuhi kalau kita punya harta, demikian pula perintah haji dan banyak kebaikan lainnya bergantung pada kekayaan.

Yang dilarang itu adalah berlebih-lebihan dan bermewah-mewahan. Hal tersbut bukan berarti mengajak untuk miskin, tapi mengajak agar kita berhati-hati dengan keinginan hidup mewah.

Satu hal yang penting, ternyata di negara mana pun orang yang bersahaja itu lebih disegani, lebih dihormati daripada orang yang bergelimang kemewahan.

Baca Juga :  Pemkot Solo Izinkan Taraweh dan Sholat Ied Tapi Larang Buka Bersama

Nabi Muhammad adalah sosok yang sangat sederhana. Walaupun harta beliau sangat banyak, rumah beliau sangatlah sederhana, tidak ada singgasana, tidak ada mahkota walaupun jika beliau mau hal itu akan sangatlah mudah beliau dapatkan.

Lalu, untuk apa Nabi Muhammad memiliki harta? Beliau menggunakan harta tersebut untuk menyebarkan risalah Islam, berdakwah, membantu fakir miskin, dan memberdayakan orang-orang yang lemah.

Dari apa yang dicontohkan Nabi Muhammad saw., kita harus kaya dan harus mendistribusikan kekayaan tersebut kepada orang lain sebanyak-banyaknya, terutama untuk orang terdekat.

Maka, bila kita memiliki uang dan kebutuhan keluarga telah terpenuhi, bersihkan dari hak orang lain dengan berzakat. Kalau masih ada lebih, maka siapkan untuk kerabat yang membutuhkan. Kekayaan kita harus dapat dinikmati banyak orang.

Sederhana dan tidak berlebihan akan menjadikan kita memiliki anggaran berlebih untuk ibadah, untuk meningkatkan kemampuan kita beramal saleh menolong sesama. Bukankah perilaku hemat dan hidup sederhana akan membantu dan meringankan kita di masa depan?

Pentingnya hidup hemat dan kesederhanaan merupakan langkah terbaik yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus ingat bahwa Allah menunjuk kita sebagai khalifah di muka bumi

ﻭَﻫُﻮَ ﭐﻟَّﺬِﻱ ﺟَﻌَﻠَﻜُﻢۡ ﺧَﻠَٰٓﺌِﻒَ ﭐﻟۡﺄَﺭۡﺽِ ﻭَﺭَﻓَﻊَ ﺑَﻌۡﻀَﻜُﻢۡ ﻓَﻮۡﻕَ ﺑَﻌۡﺾٖ ﺩَﺭَﺟَٰﺖٖ ﻟِّﻴَﺒۡﻠُﻮَﻛُﻢۡ ﻓِﻲ ﻣَﺂ ﺀَﺍﺗَﻯٰﻜُﻢۡۗ ﺇِﻥَّ ﺭَﺑَّﻚَ ﺳَﺮِﻳﻊُ ﭐﻟۡﻌِﻘَﺎﺏِ ﻭَﺇِﻧَّﻪُۥ ﻟَﻐَﻔُﻮﺭٞ ﺭَّﺣِﻴﻢُۢ

“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang .” (QS. Al-An’am:165)

Setiap muslim adalah pelayan bagi bumi, dan Islam adalah agama yang adil. Kita harus berusaha untuk hidup dalam keselarasan dan kesederhaaan agar ketenangan jiwa dan ketenteraman selalu dalam hati kita yang Insyaallah akan membawa kita lebih dekat kepada Allah.

Baca Juga :  Pemancing Tewas Tergulung Ombak Pantai Cijeruk Garut

Hidup hanya sekali. Gunakan hidup untuk kebaikan dan kebermanfaatan untuk orang lain.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang beruntung. Wallahu alam bishawab. @fen/sumber: manajemen@unida.gontor.ac.id/muhammad anant adji

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Larangan Saudi, Pemerintah Diminta Serius Tangani Covid-19

Kam Feb 4 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Pemerintah RI diminta serius menangani kasus Covid-19. Permintaan itu disampaikan penyelenggara umrah setelah Arab Saudi malarang 20 negara termasuk Indonesia masuk Arab Saudi. “Kami selaku penyelenggara perjalanan umrah juga sekaligus berharap semoga pemerintah bisa lebih serius dalam menangani kasus covid-19 ini,” kata Rafiq Zauhari pemilik travel Taqwa […]