TAUSIAH: Meniti Jalan Istikamah

Editor :
Ilustrasi./dok./net.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Di dalam kehidupan manusia, Allah telah menetapkan jalan yang harus ditempuh oleh manusia melalui syariat-Nya sehingga seseorang senantiasa istikamah dan tegak di atas syariat-Nya, selalu menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya serta tidak berpaling ke kanan dan ke kiri.

Allah Taala telah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk senantiasa istikamah.

Allah Taala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Robb kami ialah Allah’, kemudian mereka tetap beristikamah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita, mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan (di dunia).” (QS Al Ahqaaf (4): 13-14)

Akan tetapi, bagaimanapun seorang hamba tidak mungkin senantiasa terus dan sempurna dalam istikamahnya. Terkadang seorang hamba luput dan lalai yang menyebabkan nilai istikamah seorang hamba menjadi berkurang.

Oleh karena itu, Allah memberikan jalan keluar untuk memperbaiki kekurangan tersebut yaitu dengan beristigfar dan memohon ampun kepada Allah Taala dari dosa dan kesalahan.

Allah berfirman yang artinya, “Maka beristikamahlah (tetaplah) pada jalan yang lurus menuju kepada Allah dan mohonlah ampun kepada-Nya.”(QS Fushshilat (41): 6). 

Di dalam Alquran maupun Sunnah telah ditegaskan cara-cara yang dapat ditempuh oleh seorang hamba untuk bisa meraih istikamah. Cara-cara tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, memahami dan mengamalkan dua kalimat syahadat dengan baik dan benar. Allah Taala berfirman, “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ‘ucapan yang teguh’ dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (QS Ibrahim (14) : 27).

Makna “ucapan yang teguh” adalah dua kalimat syahadat. Sehingga, Allah akan meneguhkan orang yang beriman yang memahami dan mengamalkan dua kalimat syahadat ini di dunia dan di akhirat.

Kedua, membaca Alquran dengan menghayati dan merenungkannya. Allah berfirman yang artinya:

“Katakanlah: ‘Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Alquran itu dari Robb-mu dengan benar untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” (QS An Nahl (16):102)

Ketiga, berkumpul dan bergaul di lingkungan orang-orang saleh. Hal ini sangat membantu seseorang untuk senantiasa istikamah di jalan Allah.

Teman-teman yang saleh akan senantiasa mengingatkan kita untuk berbuat baik serta mengingatkan kita dari kekeliruan. Bahkan dalam Alquran disebutkan bahwa hal yang sangat membantu meneguhkan keimanan para sahabat adalah keberadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. 

Allah berfirman yang artinya, “Bagaimana mungkin (tidak mungkin) kalian menjadi kafir, sedangkan ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kalian? Dan barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS Ali Imran (3):101)

Keempat, berdoa kepada Allah SWT agar Dia senantiasa memberikan kepada kita istikamah hingga akhir hayat. Bahkan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwa doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallamadalah doa, “Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik ” artinya “Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR Tirmidzi, Ahmad, Hakim, disahihkan oleh Adz Dzahabi, lihat pula Shahihul Jami’)

Kelima, membaca kisah Rasulullah, para sahabat dan para ulama terdahulu untuk mengambil teladan dari mereka. Dengan membaca kisah-kisah mereka, bagaimana perjuangan mereka dalam menegakkan diinul Islam, maka kita dapat mengambil pelajaran dari kisah tersebut sebagaimana firman Allah:

“Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.” (QS Huud (11): 120)

Semoga Allah Taala memberikan keteguhan kepada kita untuk senantiasa menjalankan syariat-Nya hingga kelak kematian menjemput kita semua. Amiin ya Mujibbassaailiin. @fen/sumber: muslim.or.id

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Helmi Berpesan: Pramuka Garut Harus Terdepan dalam Upaya Penghijauan

Ming Jan 17 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman selaku Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Garut, Jawa Barat, meminta jajaran pramuka untuk berada di garis terdepan dalam upaya penghijauan. Terutama garis Pantai Selatan Garut dengan penanaman mangrove. Hal itu dikatakan Helmi saat Launching Penanaman 20 ribu pohon mangrove, di […]