TAUSIAH: Pengertian Takwa dan Tiga Maknanya di Dalam Alquran

Editor :
Ilustrasi orang bersujud./istimewa/net.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Takwa adalah seseorang yang taat kepada Allah Azz Wa Jalla atas cahaya (petunjuk) dari Allah karena mengharap rahmat-Nya dan ia meninggalkan maksiat karena takut akan siksa-Nya.

Tidaklah seseorang dikatakan takwa kepada Allah jika dia belum menjalankan kewajiban yang Allah tetapkan dan menunaikan hal-hal yang sunnah seperti yang dicontohkan Nabi shalallahu alaiahi wasallam.

Secara etimologi takwa berasal dari kata waqa – yaqi – wiqayah yang artinya menjaga diri, menghindari, dan menjauhi. Sedangkan pengertian takwa secara terminologi, adalah takut kepada Allah berdasarkan kesadaran dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta takut terjerumus dalam perbuatan dosa, mengutip percikaniman.org.

Takwa terulang dalam Alquran sebanyak 259 kali dengan makna yang cukup beragam, di antaranya: memelihara, menghindari, menjauhi, menutupi, dan menyembunyikan.

Ibnu Qayyim berkata, “Hakikat takwa adalah menaati Allah atas dasar iman dan ihtisab, baik terhadap perkara yang diperintahkan ataupun perkara yang dilarang.

Oleh karena itu, seseorang melakukan perintah itu karena imannya, yang diperintahkan-Nya disertai dengan pembenaran terhadap janji-jani-Nya. Dengan imannya itu pula, ia meninggalkan yang dilarang Allah dan takut terhadap ancaman-Nya.

Takwa dalam Alquran memiliki tiga makna yaitu:

1. Takut kepada Allah dan pengakuan superioritas Allah. Hal ini seperti kalam-Nya yang artinya, “Dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus bertakwa. (Al-Baqarah: 41)

2. Bermakna taat dan beribadah, sebagaimana kalamnya yang berarti, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah denan sebenar-benar takwa.” (Ali-Imran: 102)

Ibnu Abbas berkata, “Taatlah kepada Allah dengan sebenar-benar ketaatan.”

Mujahid berkata, “Takwa kepada Allah artinya, Allah harus ditaati dan tidak dilupakan, disyukuri, dan tidak dikufuri.”

3. Dengan makna pembersihan hati dari noda dan dosa. Maka inilah hakikat dari makna takwa, selain pertama dan kedua. Sebagaimana termaktub dalam firman-Nya; “Dan barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, takut kepada Allah dan bertakwa, maka itulah orang-orang yang beruntung.” (An-Nur: 52). @fen/sumber: islampos.com

Baca Juga :  Aston Villa Tahan Imbang Chelsea 1-1 di Stamford Bridge

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Forum SATHU Temui Menag Mitigasi Penyelenggaraan Haji 2021

Rab Feb 17 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU) telah menemui Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di Kantor Kementerian Agama, Senin (15/2/2021). Pertemuan ini dilakukan untuk berdiskusi terkait langkah apa yang akan diambil pemerintah maupun penyelenggara ibadah haji dan umrah dalam persiapan haji 2021. Anggota Dewan Pembina Forum […]