TAUSIAH: Pesan Imam Ghazali untuk Para Pedagang yang Lalaikan Salat

Editor Berdagang jangan sampai melupakan kewajiban salat. Ilustrasi seorang pedagang kerupuk di Kec. Ciparay./visi.news/dok.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Imam Ghazali berpesan kepada para pedagang agar aktivitas jual belinya tak membuatnya lalai terhadap bekal akhirat. Jangan sampai kesibukan bermuamalah dagang lupa menyibukkan diri taat kepada Allah SWT.

“Sebaiknya aktivitas bisnis tidak menyibukkanmu sehingga engkau hanya mengejar keuntungan dunia dan menyiapkan bekal modalnya di akhirat,” kata Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulimiddin.

Menurutnya jika umat Islam sibuk dengan perkara dunia (berdagang) maka akan mendapat kerugian yang nyata di akhirat kelak. Untuk itu usahakan transaksi jual beli tak melalaikan salat, zakat, dan puasa sebagai bekal kehidupan akhirat.

“Hendaklah engkau jadikan niatmu berdagang dalam rangka mencari rezeki halal, menjaga diri dari meminta-minta dan menghasilkan bekal supaya engkau dapat mengejar akhirat,” katanya.

Imam Ghazali mengatakan, generasi salaf tidak suka mengambil upah dari sesuatu yang masih menjadi bagian dari ibadah dan fardu kifayah, seperti memandikan mayat, menguburkan jenazah, mengumandangkan azan dan mengimami salat tarawih.

Imam Ghazali melanjutkan, apabila seseorang dengan berdagang menginginkan sesuatu yang telah dijelaskan di atas, maka jangan sampai pasar dunia menyibukkannya hingga melupakan pasar akhirat (masjid). Karena Allah subhanahu wa taala dalam surat an-Nnur ayat 37 berfirman.

“Orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah.”

Untuk itu meski sibuk berdegang, orang Islam tetap berada di masjid sejak awal subuh hingga siang terang benderang dan kembali ke masjid pada setiap kali salat fardhu. Setiap kali suara azan mengetuk telinganya, harus langsung meninggalkan urusan muamalah duniawi yang sedang dilakukan.

Imam Ghazali mengatakan, sebagian dari mereka (generasi salaf) ketika mendengar azan, pada saat masih mengangkat palu, maka mereka langsung meninggalkannya alih-alih memantulkannya. Dan terpenting ketika saat berada di pasar, hatinya selalu mengingat Allah.

Baca Juga :  Alasan Prancis Perintahkan Polisi Jaga Masjid Saat Ramadan

“Sebab di dalamnya tersimpan banyak keutamaan,” katanya.

Rasulullah bersabda barangsiapa masuk ke pasar lalu membaca:

“Tiada Tuhan selain Allah Dia Maha Esa tiada satu sekutu baginya hanya Miliknya lah kerajaan dan segala puji. Dia menghidupkan dan mematikan dan Dia Maha Hidup, tidak pernah mati. Semua kebaikan ada di tangannya dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, maka Allah akan menetapkan baginya beribu-ribu kebaikan.”

Seyogianya kata Imam Ghazali para pedagang selalu mengawasi setiap muamalahnya supaya tidak mengalami kesulitan keluar dari pertanggungjawabannya pada hari perhitungan amal. Karena pada hari itu, dia akan dihisab atas setiap muamalah yang dia jalankan dan akan dituntut perihal niatnya dan hak-hak orang lain:

 “Apakah dia menjaganya atau mengabaikannya. Wallahualam,” tutup Imam Ghazali. @fen/sumber: republika.co.id

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Himpuh Harap Penyelenggara Umrah-Haji Divaksinasi

Sen Feb 22 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji Khusus (Himpuh) berharap agar penyelenggara umrah dan haji khusus mendapatkan vaksinasi Covid-19. Ketua Umum Himpuh, Budi Darmawan mengapresiasi langkah Kemenag yang mengajukan calon jemaah haji di Indonesia mendapatkan vaksin Covid-19 pada tahap kedua. Ia pun berharap tidak hanya calon jemaah haji yang […]