TAUSIAH: Sebab Munculnya Penyimpangan Akidah (2)

Editor :
Ilustrasi./istimewa.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Penyimpangan dari akidah yang benar adalah kehancuran dan kesesatan. Karena akidah yang benar merupakan motivator utama bagi amal yang bermanfaat.

Tanpa akidah yang benar seseorang akan menjadi mangsa bagi persangkaan dan keragu-raguan yang lama-kelamaan mungkin menumpuk dan menghalangi dari pandangan yang benar terhadap jalan hidup kebahagiaan. Dengan begitu hidupnya terasa sempit, lalu ia ingin terbebas dari kesempitan tersebut dengan menyudahi hidup sekalipun dengan bunuh diri sebagaimana yang terjadi pada banyak orang yang telah kehilangan hidayah akidah yang benar.

Manusia yang tidak dipimpin oleh akidah yang benar merupakan manusia bahimi (hewani), tidak memiliki prinsip-prinsip hidup bahagia, sekalipun mereka bergelimang materi, tetapi terkadang justru sering menyeret mereka pada kehancuran, sebagaimana yang kita lihat pada masyarakat jahiliah.

Karena sesungguhnya kekayaan materi memerlukan taujih (pengarahan) dalam penggunaannya, dan tidak ada pemberi arahan yang benar kecuali akidah yang sahih. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman:

”Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh.” (QS. Al-Mu’minun: 51)

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami. (Kami berfirman): ‘Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud’, dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS Saba’: 10-11)

Maka, kekuatan akidah tidak boleh dipisahkan dari kekuatan madiyah (materi). Jika hal itu dilakukan dengan menyeleweng kepada akidah batil, maka kekuatan materi akan berubah menjadi sarana penghancur dan alat perusak, seperti yang terjadi di negara-negara kafir yang memiliki materi, tetapi tidak memiliki akidah yang sahih.

Baca Juga :  Membeli Produk Lokal Bisa Membantu Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Adapun sebab-sebab penyimpangan dari akidah yang sahih yang harus kita ketahui yaitu:

1. Kebodohan terhadap akidah sahih karena tidak mau (enggan) mempelajari dan mengajarkannya, atau karena kurangnya perhatian terhadapnya. Sehingga tumbuh suatu generasi yang tidak mengenal akidah sahih dan juga tidak mengetahui lawan atau ke­balikannya.

Akibatnya, mereka meyakini yang hak sebagai sesuatu yang batil dan yang batil dianggap sebagai yang hak. Sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Umar radhiyallahu anhu :

“Sesungguhnya ikatan simpul Islam akan pudar satu demi satu, manakala di dalam Islam terdapat orang yang tumbuh tanpa mengenal kejahiliahan.”

2 Ta’ashshub (fanatik) kepada sesuatu yang diwarisi dari bapak dan nenek moyangnya, sekalipun hal itu batil, dan mencampakkan apa yang menyalahinya, sekalipun hal itu benar.

Sebagaimana yang difirmankan Allah Subhannahu wa Ta’ala: “Dan apabila dikatakan kepada mereka: ‘Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah’ mereka menjawab: ‘(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) ne­nek moyang kami’. (Apakah mereka akan mengikuti juga) walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?” (QS Al-Baqarah: 170) (bersambung)/@fen/sumber:parapencintasunnah.com

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kemenag Siapkan Regulasi Umrah di Masa Pandemi

Kam Sep 24 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Kementerian Agama (Kemenag) RI menyiapkan regulasi umrah di masa pandemi Covid-19 setelah Arab Saudi mengumumkan akan kembali membuka penyelenggaraan umrah secara bertahap. “Komunikasi dan koordinasi terus dibangun melalui perwakilan pemerintah RI di Arab Saudi dengan pemerintah Kerajaan Arab Saudi,” kata Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus M Arfi […]