Search
Close this search box.

TAUSIAH: Seperti Ini Islam Mengatur Adab dalam Berteman

Ilustrasi./via sindonews/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS – Salah satu hubungan sosial dalam kehidupan kita adalah pertemanan . Dalam Islam, teman harus diperlakukan dengan baik sesuai adab yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Berteman juga merupakan hubungan yang mendatangkan pahala karena mengarah kepada ibadah muamalah dalam wujud ukhuwah (persaudaraan) islamiah. Karena pada hakikatnya, berteman adalah menjaga hubungan baik dengan sesamanya atau hablum minannas.

Karena berteman adalah menjalin hubungan karena Allah yang berdasarkan hablum minannas atau mencintai sesama manusia, maka Allah Taala memerintahkan setiap muslim agar bersikap, bergaul, dan berbicara yang baik kepada temannya.

Rasulullah adalah contoh yang baik bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan teman. Rasulullah selalu berkata-kata yang baik dan menjaga perasaan sahabatnya ketika berbicara.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah mukmin yang paling baik akhlaknya (HR Abu Dâwud dan at-Tirmidz).

Karenanya, ketika kita berbicara dengan teman, hendaknya gunakanlah perkataan yang baik. Berkomunikasilah dengan tutur kata yang lembut dan penuh kasih sayang.

Selain berteman, adab berteman yang baik yang saat ini banyak ditinggalkan adalah saling menasihati. Sebagai seorang muslim yang baik, hendaknya kita saling mengingatkan dan menasihati. Saling menasihati juga merupakan perintah Allah SWT yang termaktub dalam Al Quran.

Allah Taala berfirman,

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS Ali Imran: 110).

Menurut Ustaz Abu Ihsan Al-Atsari, setidaknya ada empat kriteria yang harus kita perhatikan dalam memilih teman:

1. Orang mukmin

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Senin 27 Maret 2026

لَا تُصَاحِبْ إِلَّا مُؤْمِنًا ، وَلَا يَأْكُلْ طَعَامَكَ إِلَّا تَقِيٌّ

“Janganlah kamu berteman kecuali dengan orang mukmin, dan janganlah makananmu dimakan kecuali oleh orang yang bertakwa.” (HR At-Tirmidzi dan Abu Dawud).

2. Bukan orang jahil (bodoh)

Teman yang bodoh hanya akan mengantarkan kita kepada kebinasaan. Dia tidak mau menggunakan akalnya, menolak kebenaran, dan emosinya mudah tersulut oleh masalah sepele.

Teman yang demikian adalah teman yang paling buruk karena dia selalu membebani kita, dan kita terpaksa sering meminta maaf dan selalu memujinya.

3. Berakhlak mulia

Tidak ada untungnya berkawan dengan orang yang berperangai buruk, pemarah, pembohong, penakut, kikir, suka mengikuti hawa nafsu, dan enggan menghiasi diri dengan akhlak mulia.

4. Bukan pelaku bidah

Pelaku bidah suka mengumbar syubhat sehingga kita sering menerimanya tanpa sadar. Ingatlah, hati manusia sangat lemah, sedangkan syubhat dapat menyambar hatinya dengan cepat. Inilah yang sering terjadi dalam pergaulan. Karena itu, bergaul dengan pelaku bidah dapat menjerumuskan kita dalam kehancuran dan kehinaan.

Selain itu, seorang mukmin dengan mukmin lainnya hendaknya saling memberi hadiah. Sebab, rasa kasih sayang dalam sebuah pertemanan akan semakin indah jika dibarengi dengan saling memberi hadiah.

Tidak perlu memberikan hadiah yang mewah, namun hanya dengan hadiah yang kecil saja sudah sangat menyenangkan hati teman.

Rasulullah pernah bersabda:

تَهَادُوْا تَحَابُّوْا

“Saling menghadiahilah kalian niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad).

Begitulah, adab Islam dalam berteman. Berteman juga merupakan cerminan adab seseorang. Artinya cukup dengan melihat bersama siapa saja seseorang sering bergaul, seperti itulah cerminan dirinya.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 

Baca Juga :  Soroti Napi Koruptor Ngopi di Cafe, Andreas Hugo: Indikasi Petugas Lapas Disuap

“Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman, yakni:  Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya. 
Jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah. 

Dan dia benci kembali kepada kekufuran, seperti dia benci bila dilempar ke neraka.” @fen/sindo.news

Baca Berita Menarik Lainnya :