Tekan Penurunan Kasus Covid-19, Mulai Hari ini Pasar Tumpah Kecamatan Pameungpeuk Tutup

Editor :
(Kiri) Camat Pameungpeuk Kabupaten Bandung Asep Suryadi. /visi.news/ist

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Pasar tumpah di Kecamatan Pameungpeuk mulai hari ini sudah tidak beroperasi agar tidak ada kerumunan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Jika zonanya sudah mulai melandai lagi, nanti ada kebijakan baru lagi untuk beroperasi lagi,” ungkap Camat Pameungpeuk Asep Suryadi kepada VISI.NEWS di ruang kerjanya, Selasa (22/6/2021).

Diungkapkan Asep, dua minggu sesusai lebaran, Kecamatan Pameungpeuk menjadi daerah yang paling tinggi angka Covid-19 di Kabupaten Bandung, dengan total 190 kasus.

“Maka dari itu, kami perketat dan melakukan tracking dan traching. Yang Positif kita minta untuk melakukan isolasi mandiri dan yang negatif tetap bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya namun dengan Prokes yang ketat,” kata Asep.

Pihaknya pun selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar selalu menerapkan Prokes yang ketat.

“Alhamdulillah, selama ini bisa berjalan. Desa-desa kita sudah bisa menangani Covid-19 ini, seperti penyemprotan desinfektan, terutama wilayah desa yang ada terpapar Covid-19,” ujarnya.

Dijelaskannya, sesuai Instruksi Mendagri tentang PPKM, tingkat RT kalau tidak ada yang terpapar artinya hijau, kalau 1-2 rumah terpapar sudah kuning, 3-5 orange, lebih dari 5 rumah masuk zona merah.

Untuk penduduk yang jumlahnya mendekati 90 ribu jiwa di enam desa, katanya, yang terpapar covid-19 ada 165 orang, kebanyakan isolasi mandiri.

“Secepat mungkin kita menemukan kasus, secepat mungkin juga kita melakukan penanganan dan pencegahan,” ungkapnya.

Untuk penanganan, katanya, pihaknya fokus pada 3T ( Tracking, Testing, Treatment ), seminggu 2 kali. Hasil tracing kita pernah menemukan 139 yang jelas sudah positif. Di tracking pernah kontak erat dengan siapa saja dan pihaknya lakukan swab test lagi.

Begitu juga, kata Asep, dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Kecamatan Pameungpeuk, pihaknya sering melakukan koordinasi dengan perusahaan, agar jangan sampai karena Covid-19 karyawannya sampai dikeluarkan, atau gajinya dipotong, karena yang terjadi sekarang ini kan musibah.

Baca Juga :  Pertuni Kab. Tasikmalaya Butuh Perhatian Pemerintah

“Wabah ini menjadi tugas dan tanggung jawab semuanya. Pada saat saya melakukan sosialisasi, selalu mengingatkan untuk menerapkan 5 M,” katanya.

Selain itu, kata Asep, pihaknya pun selalu cek ketersediaan masker di desa, desinfektan serta kebutuhan lainnya. Agar bisa mengoptimalkan dana desa yang ada.

Suatu saat, kata Asep, pernah ada masyarakat yang sedang isolasi mandiri selama tujuh hari. Ia melakukan swab test secara mandiri karena benar benar yakin bahwa ia sudah sembuh dan hasil swabnya negatif. “Namun saya tidak menganjurkan, karena standarnya isoman itu adalah 14 hari,” ujarnya.

Asep juga menjelaskan, hasil update harian yang dilakukan pihaknya, sekarang ini sudah mengalami penurunan jumlah kasus Covid-19. Zona paling tinggi di orange, dan rata rata desanya berada di kuning.@alfa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemkab Bandung Vaksinasi 5.000 Pelayan Publik dan Karyawan Industri

Sel Jun 22 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Untuk mempercepat capaian vaksinasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung bersama Lanud Sulaiman menggelar Gebyar Vaksinasi di Gedung Andromeda, Kecamatan Margahayu. Rencananya sebanyak 5.000 orang akan menjadi sasaran pada kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan dari 21 – 25 Juni 2021 tersebut. Bupati Dadang Supriatna menuturkan, vaksinasi kali ini lebih mengutamakan […]