TELAAH: Hukum Bekerja Dalam Islam dan Dalilnya (2)

Editor Berdagang atau berjualan salah satu jenis usaha yang bagi muslim tak sekadar mencari untung materi tetapi harus termasuk pada ibadah./foto ilustrasi/visi.news/dok./net.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Ini mengartikan jika pekerjaan yang mendapatkan upah merupakan pekerjaan memeras otak serta tenaga, sementara bekerja dalam bentuk apa pun yang tidak menuntut tanggung jawab atau tidak mengeluarkan keringat dan tidak perlu digapai dengan susah payah, maka tidak halal jika diterima upahnya.

Kewajiban Mencari Rezeki Halal

“Bekerja mencari yang halal itu suatu kewajiban sesudah kewajiban beribadah”. (HR Thabrani dan Baihaqi)

Ancaman jika tak mau bekerja halal,
hadis sahih mengatakan:

“Orang yang paling rugi di hari kiamat kelak adalah orang yang mencari harta secara tidak halal sehingga menyebabkan ia masuk neraka”. (HR Bukhari)

Etos Bekerja dalam Islam

Seorang muslim yang dapat menghayati etos dalam bekerja dengan sikap dan tingkah laku berlandaskan ibadah dan prestasi yang baik maka bisa dihasilkan dengan mengikuti beberapa etos bekerja dalam Islam, yaitu istiqamah, jujur, menghargai waktu. Komitmen dengan akad, akidah, dan itikad.

Selain itu memiliki harga diri, bertanggung jawab, hidup hemat, dan efisien. Bahagia karena melayani.
Memperhatikan kesehatan. Pantang menyerah, dan memperluas jaringan silahturahmi dan sejenisnya.

Bekerja dalam ajaran Islam tidak sekadar berlandaskan tujuan yang bersifat duniawi, namun lebih kepada bekerja untuk ibadah.

Bekerja akan membuahkan hasil dan hasil itulah yang bisa memberikan makan, tempat tinggal, pakaian, menafkahi keluarga sekaligus menjalani bentuk ibadah lain dengan baik.

“Bahwa Allah sangat mencintai orang-orang mukmin yang suka bekerja keras dalam usaha mencari mata pencaharian”. (HR Tabrani dan Bukhari)

“Dari ‘Aisyah (istri Rasulullah), Rasulullah saw. bersabda : “Seseorang bekerja keras ia akan diampuni Allah”. (HR Tabrani dan Bukhari)

Memenuhi Kebutuhan Diri dan Keluarga

Bekerja di dalam Islam merupakan cara untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan keluarga seperti istri, anak, dan orangtua. Islam teramat menghargai semua itu sebagai sebuah sedekah, ibadah, dan amalan saleh.

Baca Juga :  384 Anak 231 Perempuan Jadi Korban Tewas Banjir Pakistan

Memenuhi Ibadah dan Kepentingan Sosial

Apabila bekerja dianggap sebagai hal yang suci, maka begitu pun juga dengan harta benda yang didapatkan dari bekerja.

Alat untuk memuaskan kebutuhan dan juga sumber daya manusia lewat proses kerja merupakan hak orang yang yang sudah bekerja dan harta dianggap menjadi satu bagian yang suci.

Jaminan hak milik perorangan dengan fungsi sosial lewat institusi zakat, sedekah dan juga infak menjadi sebuah dorongan kuat untuk lebih keras dalam bekerja yang pada dasarnya merupakan penghargaan Islam pada usaha manusia.

Hadis Anjuran Bekerja Dalam Islam

Islam sangat menghargai pekerjaan, bahkan jika kiamat semakin mendekat dan kita belum menikmati hasil dari pekerjaan, maka kita juga tetap diberi perintah untuk tetap bekerja untuk mewujudkan penghargaan terhadap pekerjaan itu sendiri seperti yang tertulis dalam hadis. (bersambung)@fen/sumber: dalamislam.com

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Indonesia Dilarang ke Saudi, Jadwal Umrah Diatur Lagi

Jum Feb 5 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Kementerian Agama menyatakan bakal mematuhi sekaligus melakukan penyesuaian kebijakan Arab Saudi soal larangan penerbangan internasional dari Indonesia dan 19 negara lainnya. Penerbangan ke Saudi ditutup lantaran temuan varian baru virus corona (Covid-19) yang lebih menular. Kemenag akan berkoordinasi dengan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (AMPHURI) agar para penyelenggara […]