TELAAH: Perbedaan Arti “Subhanallah” dan “Masyaallah”

Editor :
Ilustrasi./liputan6.com/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Salat merupakan ibadah utama bagi seorang muslim. Namun, selain salat ada banyak pula ibadah yang lain. Salah satunya yakni berzikir. Zikir adalah aktivitas umat Islam untuk menyebut nama Allah SWT. Dalam berzikir biasanya kaum muslim akan menyebut arti subhanallah dan masyaallah. 

Bagi umat muslim, disarankan untuk melaksanakan zikir setiap harinya. Zikir merupakan salah satu bentuk meditasi untuk menenangkan hati dan pikiran, sekaligus untuk memuja kebesaran Allah SWT yang merupakan arti subhanallah.

Mengucapkan zikir biasanya dianjurkan setelah selesai melaksanakan salat. Namun, bacaan zikir juga bisa diucapkan setiap muslim mulai sebelum terbit matahari hingga terbenam.

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Alquran surat Toha ayat 130 yang artinya:

“Maka bersabarlah engkau (Muhammad) atas apa yang telah mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam.”

Kalimat zikir yang paling sering diucapkan oleh muslim yakni subhanallah dan masyaallah. Keduanya biasanya terucap ketika muslim sedang mengagumi segala keindahan ciptaan Allah. Namun, arti subhanallah dan masyaallah seringkali tertukar.

Dua kalimat tersebut sebenarnya memiliki arti yang berbeda. Supaya tak keliru antara  arti subhanallah dan Masyaallah, maka simak penjelasan berikut ini yang telah dirangkum dari berbagai sumber seperti dilansir Liputan6.com.

Salah satu kalimat zikir atau lafal tasbih yang paling sering diucapkan oleh muslim adalah subhanallah. Dalam bahasa Arab, arti subhanallah sering diterjemahkan sebagai ‘Maha Suci Allah’. Kalimat ini disunahkan untuk diucapkan setelah selesai melaksanakan salat.

Namun, kadang kala muslim menggunakan kalimat tasbih ini ketika merasa tertegun setelah menyaksikan keindahan ciptaan Allah SWT misalkan saja seperti peristiwa luar biasa yang memiliki kabar baik, pemandangan alam, dan sebagainya. 

Baca Juga :  Ustaz Adi Hidayat: Tidurnya Orang Puasa Adalah Ibadah Itu Hadis Palsu!

Padahal, Rasulullah justru memilih mengucapkan subhanallah ketika melihat sesuatu yang tidak semestinya atau kabar buruk. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, suatu hari lafal tasbih subhanallah pernah diucapkan oleh Rasullulah ketika menyaksikan peristiwa yang tidak diinginkan. 

“Sebuah hadis diriwayatkan kepada kami di dalam sahih Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a. bahwa suatu hari Nabi Muhammad saw. berpapasan dengannya saat masih junub di sebuah jalan di Madinah. Abu Hurairah lalu pergi diam-diam meninggalkan Rasulullah kemudian mandi bersuci. Rasulullah saw. sendiri mencari ke mana sahabatnya menghilang. Kamu tadi ke mana Abu Hurairah? tanya Rasulullah saw. setelah Abu Hurairah datang. Saat tadi kita bertemu, aku masih kondisi junub ya Rasul. ‘Aku enggan duduk bersamamu sebelum aku mandi’, jawab Abu Hurairah. Subhanallah, orang beriman itu tidak najis.”

Meskipun demikian, lafal zikir dapat digunakan untuk mengekspresikan apa pun termasuk ketika melihat keindahan pemandangan alam ataupun ketika mendengar kabar baik. Tak ada larangan atau anjuran lafal khusus yang digunakan untuk merespons situasi tertentu. Pada dasarnya semua kalimat tasbih dianjurkan untuk digunakan oleh muslim untuk mengingat kebesaran Allah.

Sehingga setiap kali Anda merasa tertegun dengan kebesaran Allah, Anda bisa menggunakan kalimat ini untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah.

Meskipun kerap disandingkan, namun secara harafiah arti subhanallah dan masyaallah memiliki sedikit perbedaan. Arti dari subhanallah jika diterjemahkan dari bahasa Arab yakni ‘Maha Suci Allah’, sedangkan secara harafiah arti dari masyaallah yakni ‘apa yang dikehendaki oleh Allah, maka hal itulah yang terjadi,. Kedua kalimat ini kerap kali digunakan ketika muslim mengagumi ciptaan Allah.

Jika ditelusur lebih jauh, makna dari masyaallah yaki merupakan salah satu bentuk doa dan pujian yang dipanjatkan kepada Allah SWT, Sang Khalik saat hamba-Nya tak berdaya melihat sesuatu hal menarik di depan matanya. Rasa ketertarikan tersebut kemudian dapat memunculkan rasa kekaguman berlebih terhadap segala ciptaan Allah.

Baca Juga :  Direktur Persib Minta PSSI dan PT LIB Jelaskan Pembatalan Liga 1 dan Liga 2

Kemudian, lafal masyaallah dapat digunakan untuk melihat sesuatu yang membuat seseorang merasa takjub atas segala keindahan dan kebaikan. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al Kahfi ayat 39 yang artinya:

“Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu ‘MasyaAllah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan.” @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

TAUSIAH: Apakah Kaya itu? Inilah Filosofinya

Ming Nov 1 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Mari kita pahami makna beberapa ayat berikut ini: “Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia (ingin kaya): ‘Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar’.” (79). “Maka Kami benamkanlah Qarun beserta […]