TELAAH: Permasalahan Harta di Dalam Ajaran Islam (2/Habis)

Editor :
Ilustrasi./dok./net.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS –

Keempat : Harta yang konsumtif dan Tidak Konsumtif

Harta yang konsumtif, yaitu semua harta akan habis ketika dimanfaatkan. Seperti makanan, minuman, dan yang sejenisnya.

Harta yang tidak konsumtif, yaitu harta yang dapat dimanfaatkan sementara bahannya tetap ada. Seperti buku, mobil, dan yang sejenisnya.

Kelima : Harta yang Dapat Dimiliki dan Tidak Dapat Dimiliki

Harta yang mutlak dapat dimiliki, yaitu harta yang dikhususkan untuk kepentingan umum. Seperti jalan umum, jembatan, dan sebagainya.

Harta yang tidak dapat dimiliki kecuali atas izin syara, seperti harta yang telah diwakafkan. Harta wakaf tidak boleh diperjualbelikan, kecuali dikhawatirkan atau jelas-jelas biaya pengeluaran untuk menjaga harta wakaf itu lebih besar dari manfaat yang diperoleh.

Konsepsi kepemilikan dalam Islam

Kepemilikan harta adalah hubungan antara manusia dan harta yang ditentukan oleh syara’ dalam bentuk perlakuan khusus terhadap harta tersebut, yang memungkinkan untuk mempergunakannya secara umum sehingga ada larangan untuk menggunakannya.

Secara bahasa, kepemilikan berarti penguasan manusia atas harta dan penggunaannya secara pribadi.

Adapun secara istilah, kepemilikan adalah pengkhususan hak atas sesuai tanpa orang lan, dan ia berhak untuk menggunakannya sejak awal, kecuali ada halangan syar’i

Pembagian harta menurut boleh-tidaknya dimiliki adalah sebagai berikut.

1. Harta yang tidak dapat dimiliki dan dihakmilikkan orang lain. Contoh; jalan umum, jembatan, dan taman kota.

2. Harta yang tidak bisa dimiliki, kecuali dengan ketentuan syariat. Contoh; warisan, wasiat, harta wakaf, harta baitulmal, dan sebagainya

3. Harta yang dapat dimiliki dan dihakmilikkan kepada orang lain. Harta inilah yang merupakan hak milik pribadi setiap orang.

Pemilikan secara umum dapat dibagi menjadi dua yaitu;

1. Al-milk al-tamm (milik sempurna), yaitu materi dan manfaat harta itu dimiliki oleh seseorang, misalnya seseorang memiliki rumah mak ia berkuasa penuh terhadap rumah itu dan dia boleh memanfaatkannya secara bebas.

2. Al-milk an-naqish (milik yang tidak sempurna), yaitu seseorang hanya menguasai materi harta, tetapi manfaatnya dikuasai orang lain, seperti rumah yang diserahkan kepada orang lain untuk disewa.

Dampak yang disebabkan oleh kesalahan dalam mengelolah harta

Tamak: Pengertian tamak adalah cinta kepada dunia (hubbud dunya) berupa harta benda terlalu berlebihan tanpa memperdulikan hukum haram yang menyebabkan adanya dosa besar. Pelakunya tidak pernah merasa puas, segala cara dianggap halal.

Pada dasarnya tamak dan bermegah-megahan dengan harta bisa mencelakakan manusia. Sebagaimana firman Allah SWT.

“Bermegah-megahan dengan harta telah mencelakakan kalian.”(QS At Takatsur: 1)

Dampak buruk dari sifat tamak, bisa membuat seseorang melakukan segala cara yang diharamkan demi mendapatkan harta yang diinginkan, seperti korupsi, suap, curang, riba, mengurangi timbangan, berbohong, menipu, mencuri, merampok, bisa pula nekat melakukan ritual-ritual syirik, dan lain-lain.

Maka dari itu kita sebagai manusia yang mudah tergiur dengan manisnya harta, jangan sampai kita itu dibutakan oleh harta tersebut. Kelolalah harta kita sesuai dengan apa yang telah di syariatkan baik berupa firman Allah maupun hadis Nabi Muhammad saw.

Kenapa demikian? Karena harta bagi kita itu bagaikan pisau yang tanjamnya ada dua sisi, kadang kala bisa melukai orang lain dan tidak jarang juga melukai diri kita sendiri.

Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa semua kekayaan dan harta benda merupakan milik Allah, manusia memilikinya hanya sementara, semata-mata sebagai suatu amanah atau pemberian dari Allah.

Manusia menggunakan harta berdasarkan kedudukannya sebagai pemegang amanah dan bukan sebagai pemilik yang kekal. Karena manusia mengemban amanah mengelola hasil kekayaan di dunia, maka manusia harus bisa menjamin kesejahteraan bersama dan dapat mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah SWT. @fen/sumber: beritamerdekaonline.com

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Gubernur Jabar Sidak Penerapan Prokes di Alun-alun Singaparna

Jum Jan 22 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil melakukan sidak penerapan protokol kesehatan (prokes), khususnya memakai masker di Alun-alun Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (20/1/21) lalu. Bersama Kapolda Jabar, Irjen Pol. Ahmad Dofiri, Kang Emil memantau setiap sudut alun-alun hingga pertokoan. Dalam kegiatan tersebut, Kang Emi mengingatkan warga yang tidak […]