VISI.NEWS | JAKARTA – PT Telkom Indonesia resmi memasuki sektor kecerdasan buatan (AI) secara menyeluruh, mencakup layanan data center hingga pengembangan produk berbasis AI. Direktur Digital Business Telkom, Muhammad Fajrin Rasyid, mengungkapkan bahwa Telkom menyediakan solusi end-to-end untuk kebutuhan AI, termasuk layanan GPU dan aplikasi berbasis AI.
“Ya jadi sebenarnya kalau bicara soal AI itu end-to-end ya,” ucap Fajrin.
Untuk data center, Telkom telah mengintegrasikan teknologi berbasis AI, memungkinkan perusahaan yang memiliki kebutuhan GPU memanfaatkan fasilitas tersebut. Selain tempat, Telkom juga menawarkan layanan GPU as a Service, yang memungkinkan perusahaan menyewa server AI tanpa harus berinvestasi dalam infrastruktur sendiri.
“Nah servernya ini yang kemudian bisa disewa oleh pihak-pihak lain gitu kan. Yang misalnya perusahaan besar, saya pengin, saya gak mau beli server sendiri, capex gitu ya, saya pengin sewa aja deh, sewa GPU gitu ya. Kayak cloud lah, tapi ini untuk AI gitu kan. Nah itu bisa GPU as a service,” terangnya.
Di bidang produk, Telkom memperkenalkan Bigbox.ai, platform yang memungkinkan perusahaan membuat layanan berbasis AI seperti chatbot atau analitik video. Salah satu aplikasinya adalah analisis video dari CCTV untuk memantau lalu lintas pengunjung di tempat umum, seperti mal.
“Misalnya ada perusahaan pengin bikin chatbot, perusahaan pengin bikin layanan AI misalnya untuk yang juga cukup banyak itu terkait dengan misalnya video analytics atau video detection ya. Misalnya orang punya CCTV gitu kan. Kita juga sudah punya layanan AI untuk bisa mendeteksi misalnya layanan CCTV ini, misalnya contohnya di tempat umum lah ya, misalkan di mal gitu. Dia bisa ngeliat, oke berapa orang masuk keluar mal itu, misalnya dipasang di pintu gitu,” imbuh Fajrin.
AI juga digunakan Telkom untuk meningkatkan efisiensi internal perusahaan sekaligus menjadi layanan eksternal yang dijual kepada pelanggan. Fajrin menjelaskan bahwa meskipun kontribusi AI terhadap total pendapatan perusahaan—yang mencapai Rp100 triliun—masih kecil, nilai bisnis AI Telkom pada tahun 2024 telah mencapai ratusan miliar rupiah.
“Dan di tahun 2024 itu skalanya sudah ratusan miliar ya. Memang dibandingkan dengan total revenue telekom seratus ribu triliun ya mungkin masih kecil porsinya gitu,” tutur dia.
Langkah ini menunjukkan komitmen Telkom untuk menjadi pemain utama dalam pengembangan teknologi AI di Indonesia, melayani kebutuhan korporasi besar dan sektor publik. @ffr












