Terdakwa Kasus Korupsi Posfin Divonis 6 Tahun Penjara, Ira Mambo : Rico Pikir-Pikir…

Editor Pengacara terdakwa Rico, Ira Mambo, Senin (18/7/22). /visi.news/eko aripyanto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – PN Tipikor Bandung akhirnya mengganjar 6 tahun 6 bulan penjara terhadap Mantan Manajer PT Pos Financial (Posfin) Indonesia, Rico Deniza Candra, Senin (18/7/22).

Sidang putusan yang dibacakan majelis hakim tersebut menyatakan Rico terbukti bersalah melakukan korupsi sebagaimana Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1.

“Mengadili, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Rico Deniza Candra dengan pidana penjara 6 tahun 6 bulan, dan dikenakan hukuman denda Rp. 500 juta subsidair 6 bulan kurungan penjara,” kata Hakim Ketua.

Selain itu, Hakim menambahkan, terdakwa Rico juga dijatuhkan pidana tambahan berupa membayar uang pengganti sebesar Rp. 200 juta, dan jika tidak ditunaikan maka harta bendanya dapat disita dan atau tedapat tambahan kurungan penjara.

“”Membayar uang pengganti Rp 200 juta apabila tidak dibayar dalam waktu satu bulan sesudah putusan, maka harta bendanya dapat disita, dan apabila tidak memiliki harta benda, maka dipidana selama 8 bulan,” katanya.

Sementara Penasehat Hukum Rico, Ira Mambo menjelaskan, Vonis terhadap Rico lebih ringan ketimbang tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar.

“Dalam sidang tuntutan, Rico dituntut 10 tahun penjara oleh tim JPU Kejati Jabar, dan dalam putusan sore ini, Rico dijatuhkan hukuman penjara 6,6 tahun,” jelasnya.

Dalam perkara ini, Rico merupakan Manajer Posfin Indonesia, dimana dalam fakta persidangan terungkap terdapat terduga pelaku intelektual yakni Suharto (Alm) sementara Rico merupakan pegawai atau Manajer Akutansi yang di bawa oleh Suharto.

“Intinya adalah, kami sangat menghormati putusan hakim, dan tadi Hakim bertanya pada terdakwa, mau meneri atau banding, dan terdakwa menjawab pikir-pikir,” ungkap Ira.

Fakta persidangan, lanjut Ira, yang melakukan itu adalah Suharto, sementara Rico hanya menjalankan perintah-perintah dari Suharto, dan itu dibuktikan dengan uang pengganti yang dibebankan terhadap Rico sebesar Rp. 200 juta.

Baca Juga :  H. Wawan : Warga Ponpes Alam Al-Hidayah Ingin Pemberdayaan Perikanan dan Perkebunan

“Jadi intinya, yang melakukan itu adalah Pak Suharto, dan Rico hanya menjalankan perintah dari Pak Suharto, dan kami menghormati putusan hakim, meskipun JPU Kejati Jabar menyatakan banding,” pungkasnya.@eko

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Prof. Yusuf: Bekicot, Kitosan, dan Kulit Durian Bisa Sembuhkan TBC dengan Murah

Sel Jul 19 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SOLO – Pakar ilmu penyakit paru dan kedokteran respirasi, Prof. Dr. Yusup Subagio Sutanto, mengingatkan, saat ini penyakit tuberculosis paru atau TBC masih ada di dunia dan menjadi penyakit kronis dengan populasi angka kesakitan cukup tinggi. Badan kesehatan dunia WHO merilis, saat terjadi pandemi Covid-19 selama 2 […]