Terjadi 6 Kasus Menonjol Selama 2020 di Wilayah Hukum Polresta Tasikmalaya

Editor :
Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Doni Hermawan (kiri) saat memaparkan hasil kinerjanya untuk pencapaian akhir tahun 2020 di Aula Mapolresta Tasikmalaya./visi.news/ayi kuraesin.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Polresta Tasikmalaya, Polda Jawa Barat, mencatat jumlah kasus tindak pidana selama tahun 2020 terjadi kenaikan selama 12 kasus, dibandingkan dengan tahun 2019, dari 423 kasus, naik menjadi 435 kasus.

Hal tersebut dikatakan Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Doni Hermawan saat memaparkan hasil kinerjanya untuk pencapaian akhir tahun 2020 di Aula Mapolresta Tasikmalaya, Kamis (31/12/2020).

Menurut Kapolresta, meski jumlah kasus tindak pidana meningkat, jumlah unjuk rasa pada tahun 2020 mengalami penurunan, sebanyak 9 kegiatan, dibandingkan dengan tahun 2019, dari 117 kegiatan unjuk rasa menjadi 108 kegiatan unjuk rasa di tahun 2020.

Sementara itu kejadian bencana alam yang terjadi di wilayah hukum Polresta Tasikmalaya, mengalami kenaikan sebanyak 3 kejadian. Dibandingkan 2019dari 16 kejadian, menjadi 19 kejadian bencana alam di tahun 2020.

“Sepanjang tahun 2019, sebanyak 253 kasus tindak pidana dan yang berhasil diselesaikan sebanyak 192 kasus. Sementara pada tahun 2020 sebanyak 264 kasus tindak pidana dan yang berhasil diselesaikan sebanyak 216 kasus. Adapun kasus terbanyak yakni kasus tindak pidana penipuan dengan jumlah 105 kasus dan berhasil diselesaikan 70 kasus,” ucapnya.

Dikatakan Doni, jika dilihat dari data crime indeks terjadi peningkatan jumlah kasus tindak pidana di tahun 2020, namun tingkat jumlah keberhasilan penyelesaian tindak pidana tersebut meningkat.

Dari sejumlah kasus tersebut, lanjut Doni, terdapat 6 kasus yang paling menonjol di antaranya pada bulan Januari terjadi kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Kasus tersebut berhasil tetrungkap, diketahui pelakunya tiada lain ayah kandungnya sendiri.

“Selanjutnya, pada bulan Juli terjadi tindak pidana UU ITE, namun kasus tersebut dilimpahkan ke Polda Jabar,” ucapnya.

Baca Juga :  Gagal Berangkat karena Pademi, Pasutri India Sumbangkan Uang Haji untuk Orang Terkena Covid

Dikatakan Doni, masih pada bulan Juli, terjadi kasus kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Pelaku ingin merebut tas milik korban, namun korban melawan hingga akhirnya pelaku mencekiknya, hingga korban meninggal dunia dan dibuang ke kolam.

Kasus menonjol lainnya, terjadi tindak pidana melawan petugas dan/atau penganiayaan terhadap petugas, dan/atau perusakan yaitu pelaku yang menggunakan kendaraan mobil masuk ke Mako Polresta Tasikmalaya dengan cara menabrak pintu gerbang hingga rusak. Ketika dihentikan, pelaku melawan dan memukul petugas, serta hendak merebut senjata api milik petugas.

Kasus yang mencuri perhatian publik, lanjut Doni, pada bulan September terjadi kekerasan terhadap orang atau barang dan atau penganiayaan yang direncanakan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Pelakunya sebanyak tiga orang, korban dianiaya oleh para pelaku hingga meninggal dunia. Penyebabnya, diduga korban telah merobek baligho bergambar Habib Rizieq, ungkapnya. @arn

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

"Bathara Kresna" Dijalankan Lagi Setelah Dikandangkan 8 Bulan Akibat Pandemi Covid-19

Kam Des 31 , 2020
Silahkan bagikanmoreVISI.NEWS – Bus berbasis rel atau railbus “Bathara Kresna” yang merupakan kereta rel disel dengan desain bus dan dioperasikan sebagai kereta api (KA) perintis relasi Solo-Wonogiri, di awal tahun baru 2021 dijalankan kembali setelah dikandangkan sekitar 8 bulan sejak Mei 2020 akibat pandemi Covid 19. Direktorat Jenderal Perkeretaapian (Ditjenka) […]