VISI.NEWS | JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto, menyampaikan tiga aspirasi penting terkait kinerja Pertamina.
Firnando menekankan agar proses konsolidasi yang dilakukan Pertamina tidak menimbulkan pemutusan hubungan kerja (PHK), serta meminta perhatian serius atas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di daerah pemilihannya, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Firnando menyoroti rencana konsolidasi internal Pertamina yang dinilainya cukup luas dan terjadi di banyak lini. Ia menegaskan bahwa konsolidasi tidak boleh mengorbankan pekerja.
“Harapannya satu Pak, hanya satu saja: jangan ada PHK. Karena hari ini kita sudah terlalu banyak PHK yang terjadi di masyarakat. Jangan sampai atas konsolidasi ini terjadi PHK,” ujar Firnando Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Pertamina, Rabu (19/11/2025),
Kedua, Firnando juga melaporkan temuan kelangkaan BBM ketika melakukan reses di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal. Ia menemukan dua SPBU di wilayah pegunungan tersebut tidak memiliki pasokan BBM sama sekali.
Menurutnya, kondisi ini bukan kejadian tunggal, melainkan masalah yang terus berulang dan berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Saat saya di sana, ada sekitar 30 truk mengantre. Mereka tidak bisa bekerja hanya karena tidak ada stok BBM,” ungkapnya.
Legislator Partai Golkar tersebut meminta Pertamina Logistik dan Pertamina Patra Niaga segera turun tangan untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar, khususnya di daerah-daerah terpencil yang bergantung pada mobilitas harian.
Firnando menambahkan bahwa gangguan pasokan BBM berpotensi menghentikan roda ekonomi masyarakat yang bergantung pada transportasi dan distribusi barang.
Terakhir, Firnando menegaskan bahwa kinerja baik Pertamina perlu diimbangi dengan perhatian terhadap persoalan-persoalan di lapangan.
Ia menekankan pentingnya pemerataan distribusi energi, terutama di wilayah dengan kondisi geografis menantang.
“Ini rakyat Pak, mohon diperhatikan. Hal-hal seperti ini jangan sampai terulang,” tutupnya. @givary












