Terkendala Tanah Terowongan Dua, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Molor

Editor Anggota DPRD Jabar, Cucu Sugyati. /visi.news/eko aripyanto
Silahkan bagikan

VISINEWS |BANDUNG – Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat (Jabar) Cucu Sugyati berharap, kehadiran kereta cepat Jakarta-Bandung bisa menjadi salah satu untuk mengatasi kemacetan baik di Jakarta maupun di Bandung.

Selain itu, adanya kereta cepat dinilai mempercepat mobilitas orang dan barang, hal ini tentunya akan menjadi sebuah daya saing yang baik bagi Indonesia.

“Hadirnya kereta cepat selain terdapat adanya kemajuan sektor transportasi, juga diyakini berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Meski penyelesaian proyek kereta cepat Jakarta-Bandung mundur dari yang ditargetkan, lanjut Cucu, namun proyek ini ditargetkan selesai dan beroperasi pada tahun 2022.

“Diketahui terdapat kendala teknis yang menyebabkan penyelesaian proyek tersebut berjalan lambat, terutama di terowongan dua,” ujarnya.

Cucu mengungkapkan, perlu adanya kehati-hatian dalam proses pengerjaannya terutama terowongan dua, pasalnya jenis tanah di area proyek tersebut perlu perhatian khusus.

“Di terowongan 2 merupakan masalah teknis yang harus dikerjakan dengan penuh kehati-hatian, hal ini diungkap oleh Dirut KCIC,” ungkapnya.

Adapun progres yang dicapai, saat ini sudah dikerjakan sebesar 79,9 persen, mudah-mudahan proyek yang diyakini memberikan banyak manfaat untuk masyarakat khususnya di Jabar, bisa rampung ditahun ini.

“Pemerintah menargetkan tahun 2022 selesai, sehingga di tahun 2023 bisa ternikmati oleh masyarakat Jakarta khususnya Bandung dan warga Jabar pada umumnya,” pungkasnya.@eko.

Baca Juga :  Hancurkan Newcastle, Man City Dekati Gerbang Juara

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Pemerintah Diminta Bersikap Adil Dalam Menindak Pelanggaran Prokes

Jum Jan 14 , 2022
Silahkan bagikanVISINEWS |BANDUNG – Tersiar kabar denda pelanggar Protokol Kesehatan (Prokes) atas kasus kerumunan massa di acara Mal Festival Citylink Bandung, berakhir dengan denda sebesar Rp. 500 ribu, sementara denda pelanggaran Prokes terhadap tukang bubur di Tasik pada tahun 2021, mencapai Rp. 5 juta. Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Cucu […]