Search
Close this search box.

Terkuak! Dalang Penyiraman Air Keras Aktivis Mulai Terungkap

Ilustrasi. /visi.news/chatgpt

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Komitmen Polda Metro Jaya dalam mengusut kasus penyiraman cairan berbahaya terhadap aktivis KontraS akhirnya menemui titik terang. Melalui pendekatan Scientific Crime Investigation, aparat berhasil mengidentifikasi para pelaku di balik aksi brutal tersebut.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026) mengungkap, pengusutan kasus ini dilakukan secara sistematis dengan mengandalkan bukti ilmiah dan teknologi digital. Kasus ini juga menjadi perhatian serius pimpinan Polri sebagai prioritas penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.

Kunci utama pengungkapan berasal dari penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Dari hasil analisa tersebut, penyidik mampu memetakan pergerakan pelaku, baik sebelum maupun setelah aksi penyiraman terjadi.

Bukti krusial ditemukan ketika kamera pengawas merekam wajah salah satu pelaku secara jelas sesaat sebelum beraksi. Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat belum mengenakan helm sehingga memudahkan proses identifikasi.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya menyebut, penyidik telah mencocokkan data visual dengan basis data kepolisian serta keterangan 15 saksi. Hasilnya, dua pelaku utama berhasil diidentifikasi dengan inisial BHWC dan MAK.

Namun, penyelidikan tidak berhenti pada dua nama tersebut. Polisi menemukan indikasi kuat adanya keterlibatan pihak lain dalam aksi ini, bahkan jumlah pelaku diduga lebih dari empat orang.

Seiring berkembangnya kasus, muncul dugaan keterlibatan oknum aparat. Untuk menjaga transparansi dan profesionalitas, penanganan perkara kemudian dilimpahkan kepada Pusat Polisi Militer TNI.

Komandan Puspom TNI, Yusri Nuryanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamankan empat orang pelaku. Tiga di antaranya merupakan perwira aktif berpangkat kapten dan letnan satu, yakni Kapten NDP, Lettu SL, dan Lettu BHW, serta satu anggota berpangkat Serda berinisial ES.

Polda Metro Jaya menegaskan akan terus berkoordinasi intensif dengan Puspom TNI untuk memastikan seluruh pelaku, termasuk aktor intelektual di balik serangan, dapat diungkap. Kolaborasi ini diharapkan mampu menuntaskan kasus secara menyeluruh dan menghadirkan keadilan yang terang benderang tanpa pandang bulu.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Selasa 14 April 2026

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :