VISI.NEWS | BANDUNG — Teror penembakan yang mengguncang Brown University akhirnya berakhir setelah otoritas setempat memastikan pelaku mengakhiri hidupnya sendiri. Kepastian ini menutup perburuan intensif selama berhari-hari yang melibatkan Kepolisian Providence hingga Biro Investigasi Federal (FBI).
Kepala Kepolisian Providence, Oscar Perez, menyatakan bahwa pria yang diduga kuat sebagai pelaku penembakan massal di kampus tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa pada Kamis (18/12) waktu setempat. “Dia mengakhiri hidupnya sendiri malam ini,” ujar Perez kepada awak media.
Pelaku diketahui bernama Claudio Neves-Valente (48), warga negara Portugal yang pernah tercatat sebagai mahasiswa Brown University. Ia ditemukan tewas di dalam sebuah unit penyimpanan di wilayah New Hampshire, bersama dua senjata api. Polisi meyakini pelaku bertindak seorang diri.
Penembakan terjadi pada Sabtu (13/12) waktu setempat, saat suasana kampus tengah dipenuhi mahasiswa yang mengikuti ujian akhir. Seorang pria bersenjata senapan menerobos salah satu gedung kampus dan melepaskan tembakan secara brutal. Dua mahasiswa tewas di tempat, sementara delapan orang lainnya mengalami luka-luka, satu di antaranya dalam kondisi kritis.
Peristiwa tersebut langsung memicu kepanikan dan penguncian kampus, serta menjadi sorotan nasional karena Brown University merupakan salah satu universitas paling bergengsi di Amerika Serikat.
Perburuan terhadap pelaku berlangsung alot. Minimnya petunjuk membuat polisi merilis foto seorang pria yang dicurigai sebagai tersangka ke publik. FBI pun turun tangan dengan membuka saluran laporan bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait.
Wali Kota Providence, Brett Smiley, menyebut berakhirnya perburuan ini membawa kelegaan bagi warga kota. “Malam ini, warga Providence akhirnya dapat bernapas sedikit lebih lega,” katanya.
Selain kasus di Brown University, otoritas juga menduga Neves-Valente terkait dengan penembakan terpisah yang menewaskan seorang pakar fisika dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) di wilayah Boston. Namun hingga kini, motif di balik dua aksi penembakan tersebut masih belum terungkap.
“Penyelidikan yang dimulai di kota Providence membawa kita pada keterkaitan tersebut,” kata Perez, seraya menegaskan bahwa penyelidikan mendalam masih terus dilakukan.
Dua korban tewas dalam insiden di Brown University telah diidentifikasi, yakni Ella Cook, yang menjabat sebagai wakil presiden asosiasi Partai Republik di kampus tersebut, serta Muhkhammad Aziz Umurzokov, mahasiswa asal Uzbekistan yang bercita-cita menjadi dokter bedah saraf. Kepergian keduanya meninggalkan duka mendalam bagi komunitas akademik Brown University dan dunia pendidikan tinggi AS. @kanaya