Search
Close this search box.

Teror Terhadap Pengkritik Pemerintah Dinilai Ujian Demokrasi, Menteri HAM Minta Penegakan Hukum Tegas

Rumah influencer DJ Donny di Jakarta diteror pelemparan bom molotov pada akhir Desember 2025 usai mengkritik penanganan bencana./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS|JAKARTA -Rentetan aksi teror yang menimpa influencer dan aktivis usai menyuarakan kritik terhadap penanganan bencana di sejumlah wilayah Sumatera dinilai sebagai ujian serius bagi kualitas demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia. Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menegaskan bahwa intimidasi dalam bentuk apa pun tidak boleh dibiarkan dan harus diproses secara hukum.

Pigai meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus teror tersebut agar tidak berkembang menjadi ancaman terhadap kebebasan sipil.

“Terkait maraknya teror yang menimpa influencer, saya minta kepada aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas agar diketahui apa motif dan siapa pelakunya,” kata Natalius Pigai dalam keterangan tertulis, Minggu (4/1/2026).

Menurut Pigai, kritik dan pendapat yang disampaikan oleh influencer maupun aktivis merupakan bagian dari kebebasan berekspresi yang dijamin dalam negara demokrasi. Namun ia mengingatkan bahwa ruang kebebasan itu juga dihadapkan pada tantangan baru.

“Saat ini kita menikmati surplus demokrasi, yakni hak berpendapat atas pikiran dan perasaan yang dijamin tanpa adanya protokol lalu lintas,” ujarnya.

Pigai menilai, dalam kondisi tersebut, negara tidak boleh membungkam pendapat, tetapi harus memastikan kebebasan tidak berubah menjadi serangan personal atau manipulasi opini publik.

“Dalam situasi ini, tidak mungkin institusi, apalagi negara, menghalangi kebebasan tersebut,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya sikap rasional masyarakat dalam menyikapi informasi di media sosial, mengingat kebebasan berpendapat kerap disalahgunakan untuk membangun kesimpulan berlebihan hingga menyerang kehormatan individu.

Di sisi lain, Pigai memastikan pemerintah tetap serius menangani bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui tahapan tanggap darurat hingga pembangunan infrastruktur.

“Semua orang tentu tahu dan telah menyaksikan bahwa hampir setiap minggu Presiden datang ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujarnya.

Baca Juga :  Ajarkan Anak Berpuasa Sesuai Usia, Ini Saran Psikolog Unpad

Sejumlah pihak mengaku menjadi korban teror setelah menyampaikan kritik, di antaranya aktivis lingkungan Iqbal Damanik serta influencer DJ Donny, Sherly Annavita, dan Virdian. DJ Donny melaporkan menerima ancaman bertuliskan “Mulutmu Harimaumu”, kiriman bangkai ayam ke rumahnya pada Senin (29/12/2025), hingga aksi pelemparan bom molotov beberapa hari kemudian.

Atas kejadian tersebut, DJ Donny telah melapor ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan STTLP/B/9545/XII/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA. Kasus ini kini menjadi sorotan publik sebagai gambaran nyata ancaman kekerasan terhadap kebebasan berpendapat.@fajar

Baca Berita Menarik Lainnya :