Tertangkap Kasus Narkoba, Kiper Klub Liga 2 Dipecat

Para tersangka kasus narkoba, salah seorang di antaranya kiper klub Liga 2 yang lagsung dipecat./visi.news/Istimewa
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Kiper klub Liga 2 PS Hizbul Wathan (PSHW) Choirun Nasirin dipecat. Choirun melakukan perbuatan tercela dengan terlibat dalam jaringan narkoba jenis sabu. Dia ditangkap bersama 2 rekannya oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur.

Kiper Choirun ditangkap pada Minggu, 17 Mei 2020. Selain dirinya telah diamankan eks pemain Persela Lamongan Eko Susan Indarto dan eks Ketua Asosiasi PSSI Kota (Askot) Jakarta Utara Dedi A Manik. Ironis memang karena mereka yang terlibat dalam penggunaan obat terlarang justru para pelaku di dunia sepak bola.

Manajemen PSHW mengambil tindakan cepat. Presiden klub Dhimam Abror Djuraid mengatakan pihaknya tak perlu berpikir panjang. Setelah mendengar kabar keterlibatan kiper Choirun, PSHW langsung menggelar rapat dan memutuskan memecat kiper yang masih aktif di Liga 2 tersebut.

Dia sudah menyampaikan permintaan maaf. Ia juga telah mengaku berbuat khilaf kepada perwakilan manajemen PSHW yang menemuinya

“Saat diminta kembali ke rumah, semua tindakan merupakan tanggung jawab pribadi,” kata dia.

“Keputusan manajemen, kiper Choirun dipecat dari PSHW karena terlibat narkoba,” kata Abror di Surabaya, Senin (18/5), seperti dilansir tagarnews.

Abror menuturkan saat melakukan perekrutan, Choirun sesungguhnya sama sekali bersih alias tak terkontaminasi narkoba. Pasalnya klub memang mensyaratkan pemain harus bebas narkoba. Semua pemain juga harus menjalani tes sebelum diterima PSHW.

Namun, saat pandemi Covid-19 yang menjadikan kompetisi diliburkan, manajemen tak bisa sepenuhnya memantau seluruh pemain. Pasalnya mereka sudah pulang ke rumah masing-masing. 

Kompetisi Liga 2 secara resmi dihentikan hingga batas waktu yang tidak ditentukan dan pemain menjalani latihan mandiri. Menurut Abror saat kembali ke rumah, semua tindakan menjadi tanggung jawab sepenuhnya pemain.

“Saat diminta kembali ke rumah, semua tindakan merupakan tanggung jawab pribadi,” kata dia.

Abror mengatakan manajemen mengambil tindakan pemecatan setelah melakukan tabayyun (klarifikasi) dengan Choirun. Hasilnya, yang bersangkutan mengakui sekaligus meminta maaf kepada manajemen, pemain, pelatih dan suporter PSHW.

Selain itu, Abror menegaskan kejadian yang menimpa Choirun merupakan perbuatan pribadi kiper tersebut. Apa yang dilakukannya tidak mengatasnamakan atau mewakili tim.

“Dia sudah menyampaikan permintaan maaf. Ia juga telah mengaku berbuat khilaf kepada perwakilan manajemen PSHW yang menemuinya. Dia menerima keputusan pemecatan dirinya,” ucap dia.

Dengan keputusan ini, PSHW memutus kontrak Choirun Nasirin. Dia juga tidak lagi menerima gaji sebesar 20 persen selama kompetisi Liga 2 2020 dihentikan. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sekolah Mulai Juli, Siswa dan Guru Disarankan Tes Corona

Sen Mei 18 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Pengamat pendidikan dari Universitas Yarsi, Fasli Jalal menyarankan seluruh siswa dan tenaga pendidik melakukan pemeriksaan virus corona (Covid-19) secara berkala jika kegiatan belajar mengajar dilakukan kembali di sekolah. Diketahui, Kemendikbud berencana membuka sekolah kembali pada Juli mendatang. “Sebagian besar siswa kita, dosen, tenaga pendidikan harus dites dan jangan sampai ada […]