Tiga Bulan Lebih Tutup, Taman Satwa Cikembulan Garut Akhirnya Dibuka Kembali

Editor :
Petugas Taman Satwa Cikembulan (TSC) melakukan pemeriksaan suhu tubuh serta memberikan hand sanitizer kepada setiap pengunjung./visi.news/zaahwan aries

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Semasa pandemi Covid-19 merebak, Taman Satwa Cikembulan (TSC) ditutup total untuk pengunjung. Saat itu selama tiga bulan lebih tak ada kegiatan, selain memberi makan hewan penghuni TSC oleh petugas taman.

Akan tetapi, sejak Minggu (21/6) TSC yang berlokasi di wilayah Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, tersebut mulai dibuka untuk pengunjung umum.

Manajer TSC, Rudy Arifin menyebutkan, selama tiga bulan lebih TSC ditutup dan sama sekali tidak menerima pengunjung. Meski begitu, hingga saat ini keberlangsungan hidup satwa yang ada di TSC masih terjaga dengan baik.

“Memang sempat ada kekhawatiran terkait ketersediaan pakan untuk satwa di sini. Mengingat tabungan kami untuk belanja pakan kian menipis. Namun alhamdulillah ada jalan keluarnya sehingga ketersediaan pakan satwa bisa tetap terjaga,” ujar Rudy saat ditemui pada hari pertama pembukaan TSC, Minggu (21/6).

Dikatakan Rudy, sebenarnya objek wisata yang ada di Kabupaten Garut sudah bisa dibuka kembali mulai pekan lalu. Namun pihaknya tak mau terburu-buru membuka TSC bagi umum.

“Ini harus ada pertimbangan terlebih dahulu mengingat adanya anjuran protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” jelasnya.

Dikatakannya, saat TSC dibuka untuk umum harus diberlakukan dan mengikuti aturan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Itulah sebabnya TSC baru bisa dibuka untuk umum.

Sebelum diputuskan dibuka kembali pada hari Minggu, tambah Rudy, pihaknya harus melakukan berbagai persiapan terlebih dahulu. Mulai membuat pola alur datang dan pulang pengunjung, hingga ketersediaan sarana untuk mendukung penerapan protokol kesehatan.

“Saat ini skema untuk pengaturan kedatangan dan kepulangan pengunjung sudah siap. Begitupun sarana yang diperlukan seperti tempat cuci tangan serta yang lainnya,” katanya.

Baca Juga :  Jateng Bershalawat Kembali Digelar, Belasan Ribu Syekhermania Ikut Shalawatan Virtual

Rudy mengungkapkan, meski saat ini TSC sudah mulai dibuka dan dapat dikunjungi wisatawan, tetapi pihaknya tetap menerapkan aturan untuk para pengunjung. Selain wajib menggunakan masker, cuci tangan, dan menjalani pemeriksaan suhu tubuh juga tak boleh membawa masuk anak di bawah tiga tahun dan lansia.

“Tak hanya anak di bawah tiga tahun dan lanjut usia, kami juga tak mengizinkan ibu hamil masuk ke kawasan taman satwa karena rentan. Ini kami lakukan guna mencegah hal yang tak diharapkan kaitan dengan pandemi Covid-19,” ujarnya.

Pantauan di lokasi, pada hari pertama pembukaan TSC, antusias warga tampak tinggi untuk datang ke TSC. Pada umumnya pengunjung yang datang didominasi rombongan keluarga.@ zhr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ratusan Warga Bergotong Royong Bersihkan Sampah di Aliran Sungai Cisunggalah

Ming Jun 21 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Lebih dari 300 warga yang tersebar di beberapa RW, yakni RW 03, 06, 10, dan RW 13 melaksanakan kerja bakti membersihkan sampah yang mengendap dan terbawa hanyut aliran Sungai Cisunggalah di Kampung Pongporang, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Minggu (21/6). Kegiatan gotong royong tersebut melibatkan Satuan […]