Tiga Resep Hidup Harmonis dengan Orang Lain

Editor Prof H Achlami dalam tausiah kebangsaan pada Halal bi Halal Pengurus MUI Provinsi Lampung, Minggu (30/5/2022)./via mui.or.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDARLAMPUNG – Dalam kehidupan di dunia, manusia tidak bisa terlepas dari interaksi dengan lingkungan.

Dalam interaksi tersebut, sering terjadi berbagai masalah yang menjadikan ketidakharmonisan dalam hubungan dengan sesama. Jika hal ini terus terjadi maka akan terjadi ketidakseimbangan relasi sehingga diperlukan kesadaran setiap individu untuk terus menjaga keharmonisan.

Terkait dengan hal ini, Prof H Achlami dalam tausiah kebangsaan pada Halal bi Halal Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung mengungkapkan tiga resep yang bisa dilakukan untuk menciptakan suasana harmonis dalam hubungan dengan orang lain.

Hal ini disampaikannya di depan para pengurus MUI Lampung di Ballroom Hotel Emersia, Bandarlampung, Ahad (30/5/2022) malam.

Resep pertama untuk menjaga harmonisasi kehidupan dengan orang lain adalah “kafful adza” yakni menjaga sesuatu yang bisa menyakiti orang lain. Hal ini bisa dilakukan dengan tidak mengganggu sesama baik melalui ucapan maupun perbuatan.

Dalam konteks zaman modern saat ini menurutnya, setiap individu harus benar-benar memiliki daya kekuatan yang tinggi untuk tidak menyakiti orang lain.

Pasalnya, saat ini banyak sarana yang dengan mudah bisa digunakan untuk menyakiti orang lain, imbas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di antaranya adalah menyakiti orang lain melalui media sosial dengan membuat tulisan, unggahan, dan aktivitas di media sosial lainnya.

Yang kedua adalah “badzlu nada” yakni mencurahkan perhatian dan empati para orang lain. Empati di sini adalah memiliki perasaan sebagaimana yang dirasakan orang lain. Ketika seseorang mengalami sesuatu, kita ikut membayangkan jika hal itu terjadi pada kita.

Dalam konteks ini, ada solidaritas dan kepedulian terhadap orang lain karena kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan tak boleh mementingkan diri sendiri.

Baca Juga :  Arab Saudi Bekerja Keras Berikan Layanan Terbaik bagi Jemaah Calon Haji dari Seluruh Dunia

“Kita harus ikut serta meringankan beban berat hidup orang lain,” ajaknya.

Resep ketiga adalah “thalaqatul wajhi” yakni bermuka berseri-seri dan ramah saat berjumpa dengan sesama. Dengan sikap selalu menebar aura positif melalui senyuman, umat Islam juga sudah mengamalkan perintah Rasulullah saw. yang menegaskan bahwa senyum adalah sedekah. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Genjot Pendapatan, 20 Tempat Parkir Elektronik Dioptimalisasi

Sel Mei 31 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | KOTA BANDUNG – Sebanyak 20 Tempat Parkir Elektronik (TPE) dioptimalisasi di 4 ruas jalan Kota Bandung, Senin 30 Mei 2022. Optimalisasi yang berlangsung di Jalan Banceuy, Cikapundung, Suniaraja, dan Jalan Alkateri ini bertujuan menggenjot pendapatan daerah Kota Bandung. Sebelumnya, optimalisasi TPE di Jalan Braga pada 27-29 Mei […]