Search
Close this search box.

Tim Ahli China Diterjunkan ke Aceh, Gubernur Mualem Fokus Cari Korban Hilang

Upaya pencarian korban hilang akibat banjir bandang di Aceh memasuki babak baru setelah Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mendatangkan tim ahli dari China yang dibekali perangkat pencari jenazah bawah lumpur./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Upaya pencarian korban hilang akibat banjir bandang di Aceh memasuki babak baru setelah Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mendatangkan tim ahli dari China yang dibekali perangkat pencari jenazah bawah lumpur. Langkah ini menjadi fokus terbaru pemerintah daerah di tengah kunjungan kedua Presiden Prabowo Subianto ke Aceh dalam tiga hari terakhir.

Mualem menyebut kondisi lapangan semakin menyulitkan tim penyelamat, terutama di kawasan yang terdampak paling parah seperti Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang. Tanah berlumpur tebal membuat pencarian manual hampir mustahil dilakukan.

“Lumpurnya sudah sampai pinggang, dan ada banyak titik yang tidak bisa ditembus. Tim ahli ini membawa alat khusus yang bisa mendeteksi jenazah di bawah tumpukan lumpur. Sangat membantu kami untuk mempercepat pencarian,” ujar Mualem, Sabtu (6/12/2025).

Ia menjelaskan lima tenaga ahli asal China tersebut tiba dengan membawa perangkat geolocator berteknologi sensor thermal dan gelombang mikro yang biasa dipakai dalam operasi bencana besar di negara mereka.

Menurutnya, beberapa kampung di Aceh Tamiang dan Aceh Timur bahkan “seakan hilang” setelah tersapu arus banjir bandang. Situasi inilah yang membuat pemerintah daerah menilai perlu dukungan teknologi tinggi untuk menemukan korban yang belum teridentifikasi.

“Kita harus bekerja cepat. Banyak keluarga yang menunggu kabar. Kalau mengandalkan cara biasa, waktu yang dibutuhkan bisa jauh lebih lama,” ujar Mualem menegaskan.

Selain pencarian korban, pemerintah Aceh memindahkan jalur distribusi logistik dari Banda Aceh ke Krueng Geukueh dan Bandara Malikussaleh agar lebih dekat dengan titik bencana. Ketersediaan tenda dan air bersih juga masih menjadi masalah di banyak lokasi pengungsian.

Data sementara per Sabtu (5/12/2025) malam menunjukkan korban meninggal mencapai 349 orang, 92 dinyatakan hilang, dan lebih dari 775 ribu warga mengungsi di 842 titik. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :