Tim Iwan – Iip Adakan Pertemuan dengan Jajaran Forkopimda Tasikmalaya, Ada Apa Ya?

Editor Forkopimda Tasikmalaya bersilaturahmi kepada calon bupati dan wakil bupati Tasikmalaya./visi.news/ayi kuraesin
Silahkan bagikan

VISI-NEWS.COM – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya, Iwan – Iip yang didampingi tim pemenangannya bertemu dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tasikmalaya.

Acara itu berlangsung di kediaman Calon Bupati Tasikmalaya, Iwan Saputra, di Jalan Kemuning Indah, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (13/12/2020).

Dalam pertemuan tersebut Forkopimda Tasikmalaya melakukan kegiatan silaturahmi kondusivitas pasca pencoblosan pilkada.

Mereka yakni Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Doni Hermawan didampingi oleh Kapolres Tasikmalaya, AKBP Hendria, Dandim 0612/ Tasikmalaya, Letkol (Inf) Ari Sutrisno, Kasat Intel Polresta Tasikmalaya, AKP Rachmat dan KBO Satuan Intel Polresta Tasikmalaya, Ipda Nuraeni.

Pertemuan tersebut dijadikan kesempatan pasangan Iwan – Iip untuk menyampaikan unek-uneknya terhadap jajaran Forkopimda terkait penyelenggara pilkada yakni KPU berikut lembaga pengawas.

Seperti halnya yang disampaikan Calon Wakil Bupati, Iip Miftahul Paoz. Dia menyoroti posisi kepala desa dan camat yang terlalu agresif dalam Pilkada Kabupaten Tasikmalaya.

“Kondisi tersebut sudah disampaikan ke KPU agar kinerjanya harus benar-benar netral. Namun, tetap saja mempertontonkan ketidaknetralannya,” katanya kepada awak media yang mengikuti jalannya pertemuan silaturahmi tersebut.

Iip yang mengaku memiliki pengalaman di KPU, mengetahui betul kinerja KPU Kabupaten Tasikmalaya sehingga selalu menekankan agar kinerjanya harus benar-benar baik dan profesional.

“Saya juga memberikan penekanan kepada pihak KPU jangan sampai nantinya institusi KPU disalahkan. Karena pilkada ini hajat daerah bukan provinsi atau pusat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua tim pemenangan Iwan – Iip, Ami Fahmi mengaku merasakan ada kecurangan dalam Pilkada Kabuapten Tasikmalaya dan merasa kemenangan telah dirampok.

“Kami melihat ketidaknetralan KPU, seperti dalam memberikan informasi saat tiba-tiba menghentikan hitungan cepat,” ucapnya.

Ami juga menyayangkan atas kinerja KPU dan Bawaslu karena ketika memberikan pelaporan dalam hal dugaan kecurangan pasangan calon, selalu menanggapi tidak serius dan penting.

Baca Juga :  WISATA RELIGI: 3 Pemeluk Agama Dapat Beribadah di Satu Gedung di Berlin

“Adanya ketidaklaziman atau tidak sesuai dengan mekanisme yang ada, akan kami sampaikan ke Bawaslu. Kami juga berharap pihak kepolisian dan TNI bisa mendampingi,” ungkapnya.@arn

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

RUMAH ALLAH: Masjid-Masjid Terkenal di Prancis

Ming Des 13 , 2020
Silahkan bagikanVISI-NEWS.COM – Islam adalah agama kedua terbesar di Prancis. Ini yang membuat terdapat sejumlah masjid yang tersebar di seluruh penjuru Prancis. Menurut Dalil Boubakeur, Presiden Dewan Kepercayaan Muslim Prancis (CFCM), Prancis memiliki lebih dari 2.300 masjid. Berikut beberapa di antaranya seperti dilansir republika.co.id dari About Islam, Jumat (27/11/2020). 1. […]