Tim Pengawas Haji DPR RI Desak Kemenag Perketat Mitigasi Kesehatan Jemaah di Armuzna

Editor foto Ace Hasan Syadzily memperketat mitigasi kesehatan jemaah haji Indonesia. visi.news @istimewa
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | MAKKAH – Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI mendesak Kementerian Agama (Kemenag) untuk memperketat mitigasi kesehatan jemaah haji Indonesia menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Langkah ini dianggap krusial untuk memastikan para jemaah dalam kondisi kesehatan yang optimal saat melaksanakan ibadah haji.

Anggota Timwas Haji DPR RI, Ace Hasan Syadzily, dalam wawancara dengan Parlementaria di Makkah, Arab Saudi, menekankan bahwa “Yang harus dimitigasi adalah kemungkinan, karena pola dari jemaah haji kita yang meninggal itu (banyak) terjadi pada puncak haji dan setelah puncak haji.”

Hingga saat ini, tercatat ada 112 jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia. Oleh karena itu, Timwas meminta Kemenag untuk melakukan mitigasi ketat terhadap aspek kesehatan para jemaah, terutama untuk mengelola haji yang lansia dan difabel guna menekan angka kematian.

Ace Hasan Syadzily, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, menambahkan pentingnya perencanaan matang terkait pergerakan para jemaah mulai dari hotel ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina. “Kami meminta agar pergerakan jemaah betul-betul dipersiapkan skenarionya,” ujarnya.

Puncak ibadah haji di Armuzna dijadwalkan akan dilaksanakan pada 9-10 Dzulhijjah. Para jemaah mulai berangkat menuju ke Arafah sejak Jumat (14/6) siang waktu setempat.

Sebagai bagian dari upaya mendukung kenyamanan beribadah, Kementerian Perhubungan Pengoperasian dan Pemeliharaan Jalan Arab Saudi telah menyiapkan jalur khusus ramah jemaah haji lansia yang menghubungkan Arafah dan Muzdalifah. Jalur ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas para jemaah, khususnya yang lansia dan difabel.

Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan dapat mengurangi risiko kesehatan bagi jemaah haji Indonesia dan memastikan pelaksanaan ibadah haji berjalan dengan lancar dan aman.

Baca Juga :  Mantan Wali Kota Imam Soetopo yang Alami 2 Kali Huru-hara, Tutup Usia

@rizalkoswara

Shinta Dewi P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Eks Direktur Jenderal Vokasi Kementerian Pendidikan jadi Advisor SEVIMA

Sab Jun 15 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SURABAYA – Indonesia memiliki banyak pekerjaan rumah di bidang tata kelola pendidikan. Mulai dari mutu dan kualitas yang belum optimal, rendahnya serapan lulusan ke dunia kerja, hingga fasilitas pembelajaran yang berbeda drastis antar kampus dan wilayah. Padahal, pengembangan sumber daya manusia sudah sangat mendesak di tengah persaingan […]