Tindak Tegas Pesta Kembang Api Dan Kerumunan di Malam Tahun Baru, Kapolresta Bandung: Bubarkan!

Editor Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Hendra Kurniawan, S.IK./visi.news/yusup supriatna
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Jelang pergantian malam Tahun Baru 2021, Polresta Bandung melarang masyarakat Kabupaten Bandung untuk merayakannya dengan pesta kembang api dan berkerumun.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Hendra Kurniawan, S.IK., mengatakan, larangan tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya penyebaran atau klaster baru Covid-19.

“Kita kan tidak mau kalau masyarakat merayakan malam Tahun Baru dengan berkerumun, terus timbul klaster baru Covid-19. Pandemi ini kapan berakhirnya,” kata Hendra, di Mapolresta Bandung, Kamis (31/12/2020) siang.

Menurut Hendra, Tahun Baru 2021 dipastikan berbeda perayaaannya dengan tahun-tahun sebelumnya. Kata dia, perayaan Tahun Baru 2021 dibatasi oleh sejumlah peraturan, mengingat Indonesia masih menghadapi pandemi.

“Beberapa kegiatan wajib saat Tahun Baru seperti pesta kembang api, panggung hiburan, dan lainnya, tidak akan diperbolehkan karena dapat menimbulkan kerumunan,” jelasnya.

Hendra menambahkan, mengenai larangan ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 untuk bekerjasama memantau dan mengingatkan warga agar tidak menggelar perayaan pada Tahun Baru 2021.

“Saya kembali menegaskan, tidak ada perayaan-perayaan lainnya seperti konvoi atau arak-arakan pada malam pergantian tahun. Kalau memang kita temukan adanya pelanggaran-pelanggaran, akan kami tindak dan berikan sanksi, yakni dibubarkan,” pungkasnya. @yus

Baca Juga :  Pelatih Vietnam Siap Dipecat jika Dikalahkan Indonesia

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Polres Ciamis Berhasil Ungkap Pencurian Sepeda Motor yang Parkir di Area Persawahan dan Perkebunan

Kam Des 31 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Kepolisian Resort Ciamis berhasil mengungkap tindak pidana pencurian kendaraan roda dua dari akhir November hingga Desember 2020. Selai itu, berhasil menangkap 4 orang tersangka. Sementara 1 orang lagi masuk daftar pencarian orang (DPO). Atas perbuatannya tersangka melanggar Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama […]