Tiwi Kehilangan Anak, Air Matanya Luruh tak Berhenti

Editor :
Foto terahir Ugi (9 tahun) sebelum hilang./visi.news/ki agus

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Air mata Tiwi (35), warga Bukit Pesona Bintang Majalaya Kabupaten Bandung terus mengalir karena kehilangan anaknya, Ugi usia 9 tahun, sejak pukul 06.00 WIB, Minggu (1/8/2021).

Dia sudah melakukan pencarian anaknya itu di seluruh wilayah Bukit Pesona Bintang dan disekitarnya hingga menjelang sore hari. Namun hingga detik ini anaknya tidak diketahui keberadaannya.

“Anak saya ke luar rumah untuk pergi bermain pukul enam pagi hari, tapi sampai sekarang belum pulang. Bagi warga yang kebetulan melihat atau mengetahui keberadaan anak anak saya, dimohon untuk menghubungi Ini nomer telepon atau WA 082218475157,” katanya saat ditemui wartawan.

Anaknya itu, Ugi, diakuinya, sudah beberapa kali kejadian sampai berjam-jam main di luar. Tapi ada saja orang yang mengantarkannya ke rumah. Bahkan sampai pernah pergi ke rumah saudara Tiwi di Gunung Batu Kota Bandung.

Upaya lain untuk mengetahui keberadaannya, dia sebarkan poto anaknya dan meminta tolong kepada pembaca di media sosial. Dari sejak diumumkan belum ada informasi yang diterimanya.

Dia menjelaskan, ciri-ciri Ugi, diantaranya, memiliki tinggi badan sekitar 100 cm dan berat badan 50 kg serta berambut hitam plontos juga memiliki kulit sawo matang dan bisa dibilang agak hitam jika dilihat secara umum.

Sambil menyusut air matanya yang tak kunjung berhenti, Tiwi, meminta meminta kepada masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan anaknya, untuk menghubunginya atau melaporkannya ke kantor polisi.

“Mudah-mudahan anak saya cepat ketemu dan sehat jasmani rohani,” harap dia. @qia

Baca Juga :  Disperkimtan Raih Penghargaan ke II saat Rakor Penuntasan Program Kerja 99 Hari Bedas

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

HIKMAH: Marketing Ala Nabi Muhammad Saw, Murah Hati Membuat Konsumen Loyal

Sen Agu 2 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Marketing ala Nabi Muhammad saw. adalah dapat membentuk suatu hubungan jangka panjang antara perusahaan dan konsumen karena saling mempercayai dan menguntungkan. Pengusaha bukan lagi sekadar membentuk konsumen yang loyal, tapi juga menerima kepercayaan konsumen. Terkadang setelah mendapatkan kesetiaan pelanggan, sebuah perusahaan cenderung memanfaatkan bahkan mengeksploitasi kesetiaan tersebut untuk terus […]