HIGHLIGHTS
- Tokocrypto Jadi Anggota Bursa Kripto dan Kliring, Optimis Pertumbuhan Pengguna & Aktivitas Transaksi.
- Pergerakan Harga Bitcoin Stagnan Pasca-halving, Kenapa?
VISI.NEWS | BANDUNG – Tokocrypto telah menerima Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB) dari PT Bursa Komoditi Nusantara (CFX) dan Surat Persetujuan Anggota Kliring (SPAK). Dokumen-dokumen ini menjadi krusial bagi perusahaan untuk sepenuhnya menjadi Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) yang diatur oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Kabar dari pasar kripto, saat ini pergerakan harga Bitcoin terpantau mengalami stagnan atau sideways pasca-halving pada 20 April lalu. Bagaimana prediksi selanjutnya dan perkiraan lonjakan harga BTC setelah halving?
Berkaitan dengan kabar tersebut, Tokocrypto menyajikan rangkuman berita di industri aset kripto dan ekosistemnya berikut ini.
1. Tokocrypto Jadi Anggota Bursa Kripto dan Kliring, Optimis Pertumbuhan Pengguna & Aktivitas Transaksi.
Tokocrypto, platform perdagangan aset kripto terdepan di Indonesia, dengan bangga mengumumkan telah resmi menjadi anggota Bursa Kripto dan Kliring dalam ekosistem kripto.
Langkah ini menandai fase baru bagi Tokocrypto dalam memperkuat komitmennya terhadap industri kripto di Indonesia serta memberikan jaminan keamanan dan transparansi bagi para
penggunanya.
CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, menjelaskan bahwa perusahaan telah menerima Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB) dari PT Bursa Komoditi Nusantara (CFX) dengan nomor
SPAB-004/PFAK/BKN/04/2024 dan Surat Persetujuan Anggota Kliring (SPAK) dari PT Kliring
Komoditi Indonesia (KKI) dengan nomor KKI/SPAK-004/IV/2024. Dokumen-dokumen ini menjadi krusial bagi perusahaan untuk sepenuhnya menjadi Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK)
yang diatur oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
“Keanggotaan kami dalam Bursa Kripto dan Kliring merupakan langkah penting untuk memperkuat kepercayaan dan kredibilitas di antara pengguna dan regulator,” ungkap Yudho.
“Selain itu, langkah ini membuka peluang kolaborasi dengan para pemangku kepentingan industri serta memperluas jangkauan kami ke pasar yang lebih luas.”
Untuk memperoleh izin menjadi PFAK, perusahaan Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) atau Non-CPFAK yang telah mendapat SPAB dan SPAK wajib menjalani Fit and Proper Test dari Bappebti.
Persyaratan untuk memperoleh izin PFAK meliputi kemampuan memenuhi persyaratan dokumen administrasi dan teknis yang ditetapkan oleh Bappebti, di antaranya
memiliki modal senilai Rp 100 miliar, sertifikasi ISO 27001, serta menerapkan program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT).
Yudho optimistis bahwa keanggotaan ini akan mengerek pertumbuhan signifikan dalam jumlah
pengguna dan aktivitas transaksi di Tokocrypto. “Kami yakin pengguna akan semakin percaya untuk bertransaksi di platform kami karena dijamin oleh regulasi dan pengawasan yang ketat dari Bursa Kripto CFX serta lembaga Kliring,” tambahnya.
Dampak Positif Pertumbuhan
Keanggotaan Tokocrypto di Bursa Kripto dan Kliring memberikan sejumlah manfaat bagi para pengguna, termasuk peningkatan keamanan.
Transaksi kripto di Tokocrypto akan diawasi dan diatur oleh Bursa Kripto CFX dan Kliring, sehingga meningkatkan keamanan dan transparansi.
Pengguna Tokocrypto juga akan mendapatkan perlindungan hukum yang lebih jelas dan
terjamin. Keanggotaan ini juga memungkinkan Tokocrypto untuk menawarkan produk dan layanan yang lebih beragam kepada penggunanya.
Di awal 2024, Tokocrypto mencatat pencapaian signifikan dengan mendominasi sekitar 43% pasar berdasarkan data CoinMarketCap, memiliki lebih dari 4 juta pengguna, dan transaksi harian rata-rata melebihi US$30 juta. Ini mencakup lebih dari 400 jenis token dan koin yang
diperdagangkan di platform Tokocrypto.
“Jumlah pengguna kita di Q1 2024 dibandingkan Q2 2023 melonjak hingga +165% menjadi lebih dari 175 ribu pengguna baru. Sementara volume perdagangan dalam periode yang sama
meningkat +161% mencapai lebih dari US$2,5 miliar. Dengan kondisi pasar saat ini, kinerja.transaksi Q1 2024 hampir mencapai US$3 miliar atau 75% dari total transaksi di tahun 2023,” kata Yudho.
Performa luar biasa di awal 2024 didukung oleh berbagai perkembangan positif dalam dunia kripto, termasuk optimisme terhadap ETF Bitcoin spot dan halving. Yudho optimis dalam meningkatkan volume transaksi perdagangan untuk mencapai US$12 miliar (sekitar Rp 194 triliun) dan menggandakan jumlah pengguna menjadi 6 juta pengguna pada 2024.
“Pertumbuhan pengguna di Tokocrypto mencerminkan tren global yang menunjukkan minat yang meningkat dalam investasi kripto. Selain itu, adaptasi yang semakin meningkat dari investor Indonesia menunjukkan bahwa pasar kripto terus berkembang dan menjadi lebih inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat,” jelas Yudho.
Lebih lanjut, Yudho menjelaskan bahwa Tokocrypto akan terus berinovasi dan menyajikan produk dan layanan terbaik bagi para pengguna. “Kami berkomitmen untuk menjadi platform
perdagangan aset kripto nomor satu di Indonesia dan berkontribusi pada pengembangan industri kripto yang sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya.
2. Pergerakan Harga Bitcoin Stagnan Pasca-halving, Kenapa?
Pergerakan Bitcoin (BTC) telah menghabiskan satu bulan dalam kisaran harga US$12.000
sejak Maret. Periode ini mencakup lonjakan singkat ke rekor tertinggi baru di US$73.680, diikuti dengan penurunan cepat ke level terendah US$59.630. Hal ini menunjukkan keraguan di
kalangan trader dan investor mengenai arah pasar selanjutnya, terlebih setelah Bitcoin halving tidak ada perubahan signifikan.
Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan bahwa selama pekan ini pasca halving pada 20 April lalu, Bitcoin masih dalam tekanan dan sentimen negatif. Beberapa faktor berkontribusi terhadap kinerja negatif ini, termasuk antisipasi laporan pendapatan kuartal perusahaan teknologi di Amerika Serikat hingga konflik Israel-Iran.
“Kinerja negatif Bitcoin pada pekan ini dapat dikaitkan, dengan ketakutan akan koreksi pasar saham AS, meningkatnya krisis di Timur Tengah, dan berkurangnya kepercayaan terhadap perekonomian China. Selain itu, tingkat pendanaan yang berubah menjadi negatif untuk pertama kalinya tahun ini, tepat sebelum peristiwa halving baru-baru ini. Tingkat pendanaan negatif menunjukkan bahwa sentimen pasar telah berubah ke arah bearish ketika posisi short
lebih besar daripada posisi long,” jelas Fyqieh.
Lebih lanjut, Fyqieh menjelaskan siklus halving pada tahun ini akan sedikit berbeda dibandingkan peristiwa sebelumnya. Sejauh ini, sudah terjadi empat kali halving Bitcoin, pada tanggal 20 April, sebelumnya terjadi pada 11 Mei 2020, 9 Juli 2016 dan 28 November 2012.
Halving kali ini mengakibatkan penurunan imbalan penambangan Bitcoin sebesar 50%, dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC. Akibatnya, jumlah Bitcoin yang beredar semakin langka sehingga menyebabkan lonjakan permintaan di kalangan investor. Hal ini terutama karena persediaan
Bitcoin terbatas, dengan hanya maksimal 21 juta koin yang beredar selamanya.
“Pergerakan harga Bitcoin akan sedikit berbeda setelah halving tahun ini, karena BTC telah
mengalami lonjakan yang cukup besar, dan bahkan mencapai rekor tertinggi baru sebelum halving itu sendiri. Oleh karena itu, seluruh siklus harga yang biasanya mengelilingi peristiwa ini
tampaknya menjadi lebih terkompresi,” ungkap Fyqieh.
Bitcoin Halving
Alasan utama lainnya mengapa halving Bitcoin ini belum menyebabkan lonjakan harga yang tinggi, adalah karena The Fed atau Federal Reserve AS belum memberikan sinyal kuat untuk penurunan suku bunga.
Melihat kenaikan harga pasca halving pada tahun 2020, saat itu The Fed memiliki kebijakan moneter yang cukup longgar dengan suku bunga pada saat itu relatif rendah.
“Stagnansi harga Bitcoin setelah halving bisa dianggap sebagai fenomena yang wajar. Banyak yang mengharapkan kenaikan harga yang signifikan setelah halving, padahal efek dari halving ini sebenarnya dirasakan dalam 2-4 bulan setelahnya. Bagi yang masih ragu atau tidak yakin
dengan arah pergerakan harga Bitcoin, bisa memilih menggunakan teknik Dollar Cost Averaging (DCA), mengingat ketidakpastian di pasar akhir-akhir ini yang bisa saja Bitcoin berpotensi bullish atau bearish,” tuturnya.
Fyqieh memperkirakan harga maksimum Bitcoin yang masih memiliki peluang untuk dicapai
oleh Bitcoin hingga akhir tahun ini adalah sekitar US$100.000 atau sekitar Rp 1,6 miliar.
Namun, pencapaian ini juga bergantung pada sentimen pasar serta potensi permintaan besar dari institusi.
Melihat kembali sejarah, halving pada tahun 2012 menandai awal dari kenaikan Bitcoin yang meroket, mendorong harganya sebesar 92x lipat pasca-halving. Peristiwa halving berikutnya
pada tahun 2016 dan 2020 menunjukkan peningkatan yang signifikan masing-masing sebesar 30x dan 8x.
@mpa