Tokoh Ulama Prihatin Pemkab Bandung Kecolongan Daging Babi 63 Ton yang Sudah Beredar dan Dikonsumsi Masyarakat

Ketua Pimpinan Cabang Nadlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung, DR. KH Asep Jamaluddin, M.Ag (kiri) ketika menerima kunjungan silaturahmi H. M. Dadang Supriatna (tengah) di Pondok Pesantren Al Husaeni Ciheulang, Kamis (21/5)./visi.news/budimantara.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung DR. KH Asep Jamaluddin, M.Ag., menyatakan keprihatinannya setelah mendengar informasi daging babi sebanyak 63 ton beredar di Kabupaten Bandung dalam setahun terakhir, sebelum pelaku pengedar makanan haram itu diciduk jajaran Reskrim Polresta Bandung.

Keprihatinan tokoh agama dan ulama itu setelah melakukan silaturahmi dengan Anggota DPRD Provinsi Jabar H.M. Dadang Supriatna di Pondok Pesantren Al Husaeni, Kampung Ciheulang, Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Kamis (21/5).

“Pemerintah Kabupaten Bandung sudah kecolongan. Daging babi sebanyak 63 ton sudah dimakan oleh masyarakat Kabupaten Bandung, yang umumnya mereka umat muslim,” keluh KH. Asep.

Ia mengatakan pada VISI.NEWS, masyarakat Kabupaten Bandung tidak mengetahui daging yang dimakan itu adalah daging babi. Sementara bagi umat muslim, daging babi merupakan makanan yang diharamkan dan tidak boleh dikonsumsi.

“Kami berharap ada upaya dari pemerintah untuk menyelamatkan masyarakat, khususnya umat muslim untuk menghindari dan tidak mengkonsumsi daging babi,” ujarnya.

PCNU Kabupaten Bandung pun mempertanyakan kinerja Pemkab Bandung, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan, kemudian dinas yang membidangi peternakan dalam mengayomi masyarakat Kabupaten Bandung.

“Sebanyak 63 ton daging babi bukan hal yang kecil yang sudah dimakan oleh masyarakat Islam. Itu makanan haram yang sudah dimakan oleh masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jabar H.M. Dadang Supriatna menyatakan, beredarnya daging babi sebanyak 63 ton sebagai bentuk kelalaian pemerintah dalam melakukan pengawasan makanan, khususnya daging babi di peredaran di pasar tradisional.

“Tindakan kita sebagai umat Islam harus berbuat apa, setelah mengetahui peredaran daging babi dengan jumlah yang cukup besar,” ujar Dadang. @bud

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Empat Nakes Negatif Covid-19, Puskesmas Tamansari Kota Tasik Bisa Beroperasi Lagi

Jum Mei 22 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Kabar gembira datang dari Puskesmas Tamansari Kota Tasikmalaya, hasil tes PCR/Swab tenaga kesehatan (nakes) negatif covid-19. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. Uus Supangat ketika dihubungi VISI. NEWS, Kamis (21/5) malam. “Hasil PCR nakes negatif, dan Puskesmas Tamansari bisa beroperasi kembali mulai besok,” […]