VISI.NEWS | JAKARTA – Anggota Komisi XIII DPR RI, Tonny Tesar, menyoroti dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terkait insiden yang menimpa pengemudi Ojol Affan Kurniawan, serta peristiwa penyerangan rumah pejabat beberapa waktu lalu.
Hal ini disampaikan dalam rapat bersama Komnas HAM yang membahas tindak lanjut sejumlah peristiwa sosial yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian materiil.
Tonny mengutip Pasal 89 ayat 3 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM yang mengatur wewenang Komnas HAM dalam melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap peristiwa yang terjadi di masyarakat.
“Yang kita lihat, kejadian yang menimpa pengendara Ojol, Affan, yang meninggal beberapa waktu lalu itu karena mobil Brimob menabrak. Pertanyaannya, kenapa mobil Brimob bisa melaju kencang ke depan di tengah massa yang begitu banyak? Ini perlu penjelasan lebih lanjut,” ujar Tonny dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XIII DPR RI bersama Komnas HAM, Senin (29/9/2025).
Tonny menekankan perlunya investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab pergerakan mobil aparat di tengah kerumunan. Ia menyebutkan, peristiwa tersebut bukan hanya soal teknis di lapangan, tetapi juga menyangkut dugaan pelanggaran HAM yang serius.
Selain itu, Tonny juga menyinggung kasus penyerangan dan penjarahan di rumah sejumlah pejabat dan mantan pejabat negara. Menurutnya, kerugian materi masih bisa diganti, tetapi harga diri dan kehormatan sulit dipulihkan.
“Kalau soal harta benda mungkin bisa dibeli kembali, tapi soal harga diri dan kehormatan ini luar biasa. Bahkan ada pejabat kita, mantan menteri, yang sampai mengundurkan diri. Ini bentuk pelanggaran HAM yang berat,” tegasnya.
Ia pun menitipkan kepada Komnas HAM dan tim investigasi agar mendalami latar belakang peristiwa tersebut, termasuk faktor penyebab terjadinya penyerangan rumah pejabat. Tonny berharap hasil penyelidikan bisa memberikan gambaran yang jelas tanpa dipolitisasi.
“Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi, dan kita bisa mengetahui penyebab sebenarnya dari peristiwa-peristiwa ini,” pungkasnya. @givary