VISI.NEWS | KOTA BANDUNG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung memastikan skema penanganan sampah pasca-Idulfitri 1447 H mulai kembali ke ritme normal. Hal ini menyusul dibukanya kembali operasional pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti sejak Senin (23/3/2026), setelah sempat mengalami jeda selama dua hari pada hari H dan H+1 Lebaran.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, menyatakan bahwa aktifnya kembali TPA Sarimukti memungkinkan petugas untuk menguras tumpukan sampah di tingkat Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan jalur protokol secara optimal.
“H+2 kemarin sebetulnya kita sudah mulai bisa mengirimkan lagi sampah ke Sarimukti. Alhamdulillah, jadi penanganan di TPS-TPS dan di rute jalan sudah mulai bisa dilakukan kembali,” ujar Salman, Selasa (24/3/2026).
Untuk mengejar ketertinggalan pengangkutan selama libur Lebaran, DLH mengerahkan kekuatan penuh sebanyak 1.025 personel, yang terdiri dari petugas penyapu dan pengangkut. Kekuatan ini didukung oleh 134 unit armada, termasuk truk, motor sampah, hingga alat berat.
Fokus penanganan dilakukan secara masif di 71 titik pantau, terutama di kawasan yang menjadi pusat kerumunan wisatawan. Tingginya aktivitas masyarakat di pusat kota diakui Salman memberikan tekanan tersendiri pada volume sampah visual.
“Secara visual memang ada peningkatan karena kunjungan wisatawan ke pusat kota cukup tinggi. Kita lihat di Asia Afrika dan Braga sampai malam masih ramai,” kata Salman.
Meskipun pengiriman sudah berjalan, Salman mengakui bahwa belum semua TPS di Bandung benar-benar kosong karena adanya batasan kuota di TPA. Saat ini, prioritas utama adalah memastikan sampah tidak meluap hingga mengganggu estetika dan arus lalu lintas.
“Memang belum seluruh TPS itu ‘clear’. Tapi yang penting tidak meluber ke jalan, tidak mengganggu lalu lintas. Jadi kita kendalikan supaya tetap aman,” tuturnya.
Memasuki H+3 (24/3/2026), DLH mulai mengalihkan fokus pada penertiban titik-titik pembuangan sampah liar yang bermunculan selama periode libur. Tim taktis bersama aparat kewilayahan melakukan penyisiran intensif guna mencegah akumulasi sampah yang lebih besar.
Selain itu, fasilitas pengolahan sampah mandiri seperti TPST Babakan Siliwangi dan Gedebage dilaporkan sudah beroperasi kembali, dengan fasilitas di Gedebage tercatat sudah mengolah hampir 8 ton sampah per hari ini.
Secara kumulatif, volume sampah pada malam takbiran tahun ini mencapai 208 ton, atau naik sekitar 2% dibandingkan tahun lalu. Namun, dengan kembalinya 85% personel ke lapangan hari ini. @ffr