VISI.NEWS | BANDUNG – Kecelakaan serius menimpa Kereta Antar-Samudra (Interoceanic Train) di selatan Meksiko setelah rangkaian kereta tersebut tergelincir di dekat Kota Nizanda, Negara Bagian Oaxaca, pada Minggu waktu setempat. Insiden ini menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai puluhan penumpang, sekaligus memicu sorotan terhadap aspek keselamatan proyek infrastruktur strategis pemerintah.
Otoritas berwenang menyatakan kereta tersebut membawa sekitar 250 orang, terdiri atas 241 penumpang dan sembilan awak. Angkatan Laut Meksiko melaporkan sebanyak 193 orang dinyatakan selamat, sementara 98 penumpang mengalami luka-luka. Dari jumlah korban luka tersebut, 36 orang mendapatkan perawatan medis, dengan lima di antaranya berada dalam kondisi kritis.
Pemerintah pusat langsung mengerahkan pejabat senior ke lokasi kejadian untuk membantu proses evakuasi serta memberikan pendampingan kepada keluarga korban. Penanganan darurat dilakukan bersama aparat keamanan dan tenaga medis setempat guna memastikan seluruh korban tertangani dengan cepat.
Di sisi penegakan hukum, Kantor Kejaksaan Agung Meksiko telah membuka penyelidikan resmi untuk mengungkap penyebab tergelincirnya kereta. Penyelidikan ini mencakup pemeriksaan teknis rangkaian kereta, kondisi jalur rel, serta prosedur operasional yang dijalankan sebelum kecelakaan terjadi.
Kereta Antar-Samudra merupakan bagian dari proyek Koridor Antar-Samudra yang diresmikan pada 2023 di bawah pemerintahan Presiden Andres Manuel Lopez Obrador. Jalur ini dirancang menghubungkan Pelabuhan Salina Cruz di pesisir Pasifik dengan Coatzacoalcos di Pantai Teluk, melintasi Tanah Genting Tehuantepec.
Proyek tersebut menjadi tulang punggung ambisi Meksiko dalam membangun jalur perdagangan alternatif yang dapat bersaing dengan Terusan Panama, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi di wilayah selatan. Namun, kecelakaan maut ini menimbulkan pertanyaan besar terkait kesiapan infrastruktur dan standar keselamatan transportasi dalam mendukung proyek berskala nasional tersebut. @kanaya












