Search
Close this search box.

Tragedi Tawuran Memilukan di Semarang, Rafly Tangkas Pratama Tewas Terkena Tusuk di Jalan Anjasmoro

Ilustrasi/visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | SEMARANG – Tragedi memilukan terjadi di Kota Semarang ketika aksi tawuran antar kelompok pemuda menelan korban jiwa. Seorang pemuda bernama Rafly Tangkas Pratama (20) ditemukan tewas dengan luka tusuk di Jalan Anjasmoro Raya, Semarang.

Menurut laporan kepolisian, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (15/6/2024) sekitar pukul 03.15 WIB. Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar, mengungkapkan bahwa anggota Polsek Semarang Barat langsung bergegas ke lokasi setelah menerima informasi tentang adanya tawuran.

Saksi mata di lokasi kejadian melaporkan bahwa tawuran dimulai dengan pertengkaran verbal yang kemudian berescalasi menjadi bentrokan fisik. Rafly, yang diketahui sebagai salah satu peserta tawuran, ditemukan tergeletak tak bernyawa setelah keributan mereda.

Tim medis yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan dan menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia akibat luka tusuk yang dideritanya. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku penusukan tersebut.

Kombes Irwan Anwar menegaskan bahwa pihak kepolisian akan bekerja keras untuk menangkap pelaku dan menghentikan aksi tawuran yang meresahkan masyarakat. “Kami tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan dan akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang melanggar hukum,” ujarnya.

Warga setempat mengaku prihatin dengan kejadian ini dan berharap agar keamanan di wilayah mereka dapat ditingkatkan untuk mencegah peristiwa serupa terjadi di masa depan.

Kasus ini telah menjadi sorotan publik dan menambah daftar panjang kekerasan antar pemuda yang terjadi di berbagai kota di Indonesia. Masyarakat berharap agar pemerintah dan aparat penegak hukum dapat menciptakan solusi efektif untuk mengatasi masalah ini.

saksi mata lain yang berada di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa tawuran tersebut melibatkan sekitar 20 pemuda dari dua kelompok berbeda. Mereka menyebutkan bahwa tawuran dipicu oleh perselisihan yang telah berlangsung lama antara kedua kelompok tersebut.

Baca Juga :  Dipanggil MKD, Aboe Bakar Minta Maaf Soal Pernyataan Madura-Narkoba

Salah satu saksi mata, yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan, “Saya melihat mereka saling lempar batu dan beberapa menggunakan senjata tajam. Semuanya terjadi begitu cepat dan tiba-tiba saja sudah ada yang tergeletak di tanah.”

Polisi yang tiba di tempat kejadian langsung mengamankan beberapa pemuda yang diduga terlibat dalam tawuran tersebut. Mereka juga mengumpulkan keterangan dari saksi mata untuk membantu penyelidikan lebih lanjut.

Keterangan dari saksi mata ini diharapkan dapat memberikan petunjuk penting bagi polisi dalam menyelesaikan kasus ini dan mencegah terjadinya tawuran di masa depan.

@rizalkoswara

Baca Berita Menarik Lainnya :