Search
Close this search box.

Transfer Mata Uang Kripto

Bagikan :

Oleh Aep S Abdullah

MATA uang kripto makin banyak yang menggunakan terutama di kalangan pengusaha milenial. Mata uang ini memberikan kemudahan dalam bertransaksi baik di dalam maupun luar negeri.

Kemudahan bertransaksi itu mungkin menjadi salah satu alasan juga mengapa sekarang banyak orang Indonesia yang menggunakan mata uang kripto. Sebagai gambaran, kalau kita mau transfer ke Amerika Serikat menggunakan bank kliring, Lewat layanan remittance atau wire transfer, nasabah-baik nasabah individu maupun korporat-dapat mengirim uang ke rekening lain di luar negeri atau juga menggunakan Western Union dengan tarif yang relatif mahal dibandingkan kripto.

Untuk biaya transfer ke luar negeri melalui bank, tarifnya berbeda-beda tergantung kebijakan bank masing-masing. Kalau kita menggunakan Bank BCA misalnya, biaya telex (biaya admin) Rp 35.000 per transaksi. Biaya full amount (dana diterima penuh, tanpa potongan) USD 25 atau sekitar Rp 381.636. Biaya value today (dana diterima pada hari yang sama) Rp 30.000. Biaya provisi 0,125% (minimal US$ 5, maksimal USD 150)

Adapun limit dana yang bisa ditransfer per transaksi adalah setara USD 25.000 untuk sumber dana rupiah dan setara USD 100.000 untuk sumber dana valas.

Demikian juga kalau melalui Bank BRI contohnya untuk biaya transfer internasional transaksi full amount USD 20-30 atau sekira Rp. 300.000 sampai dengan Rp. 450.000. Transaksi non-full amount USD 5-25 atau sekira Rp. 75.000 sampai Rp. 380.000.

Normalnya, dana yang dikirim lewat layanan remitansi BRI dapat diterima di rekening tujuan dalam waktu tiga hari kerja.

Ilustrasi Bitcoin. /foto: pixabay

Hanya Rp. 11.197

Transaksi pengiriman uang menggunakan cryptocurrency dinilai cenderung jauh lebih murah.

Menurut Coinbase, rata-rata biaya pengiriman uang menggunakan Bitcoin dan Ether adalah sekitar $0,75 atau setara dengan Rp11.197.

Baca Juga :  Eddy Soeparno Terima Dubes UEA, Perkuat Kerja Sama Energi dan Ekonomi

Biaya tersebut berpotensi jauh lebih rendah daripada biaya pengiriman uang tradisional yang menurut Bank Dunia mencapai nilai rata-rata 6,3% dari jumlah transaksi.

Menurut perkiraan Coinbase, mengirim uang melalui BTC dan ETH dinilai 96,7% lebih murah daripada metode pengiriman uang tradisional.

Laporan tersebut pun menjelaskan beberapa kesulitan yang dihadapi oleh lebih dari 1 miliar orang di dunia yang bergantung pada pengiriman uang lintas batas dan bagaimana adopsi cryptocurrency global dapat mengubah lanskap keuangan tradisional.

Murahnya biaya transfer antar negara dengan menggunakan mata uang kripto membuat mata uang ini ke depan akan menggeser cara transfer tradisional. Termasuk untuk kebutuhan transaksi lainnya dengan mata uang kripto dinilai lebih praktis.

Bahkan kata mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, perkembangan industri berbasis teknologi Blockchain ini ke depan akan semakin gila. Menurutnya pertumbuhan jaringan yang mewadahi transaksi uang digital (cryptocurrency) ini bakal jauh lebih pesat dibanding internet.

Sekarang, bagi orang yang jiwa enterpreneurshipnya kuat ini bisa menjadi peluang usaha baru, jasa transfer uang ke luar negeri dengan biaya yang relatif lebih murah.

***

Baca Berita Menarik Lainnya :