Tujuh Doa Mustajab yang Diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW

Editor Ilustrasi. /net
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Nabi Muhammad SAW adalah suri tauladan bagi umat Islam dalam segala hal, termasuk dalam berdoa. Beliau mengajarkan kepada kita beberapa doa mustajab yang dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Doa mustajab adalah doa yang dijamin akan dikabulkan oleh Allah SWT, asalkan kita memenuhi syarat-syaratnya, seperti ikhlas, yakin, dan tidak tergesa-gesa.

Berikut ini adalah tujuh doa mustajab yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, beserta arti dan dalilnya:

1. Doa Mustajab

‎بِسْمِ الله بَابُنَا, تَبَارَكَ حِيْطَانُنَا , يس سَقْفُـنَا,كهيعص كِفَايَتُنَا,حمعسق حِمَايَتُـنَا, ق وَالْقُرْءَانِ الْمَجِيْدِ وِقَايَتـُنَا (فَسَيَكْفِيْكَهُمُ الله وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

“Dengan nama Allah adalah pintu kami, dengan keberkahan adalah pagar kami, dan dengan Yaasiin adalah atap kami. Kaaf Haa Yaa ‘Ain Shaad adalah mencukupi kami, Haa Miim ‘Ain Siin Qaaf adalah penjagaan kami. Qaaf, demi Al-Qur’an yang mulia adalah benteng kami.”

Maka Allah akan memeliharamu dari mereka dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(QS Al-Baqarah 2 ayat 137).

Doa ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Fatimah binti Rasulullah SAW, ketika beliau mengunjungi rumahnya pada suatu malam. Doa ini dapat dibaca ketika kita masuk ke rumah kita, sebagai perlindungan dari segala gangguan dan bahaya. Doa ini juga mengandung pujian kepada Allah SWT dengan menyebut nama-nama-Nya yang agung dan surat-surat-Nya yang mulia.

2. Doa Mustajab

‎سِتْرُ الْعَرْشِ مَسْبُوْلٌ عَلَيْـنَا وَعَيْنُ الله نَاظِرَةٌ إِلَيْنَا, بِحَوْلِ الله لاَ يَقْدِرُ عَلَيْنَا ( وَالله مِنْ وَرَائِهِمْ مُحِيْطٌ بَلْ هُوَ قُرْءَانٌ مَجِيْدٌ فِي لَوْحٍ مَحْفُوْظٍ) (فَالله خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ

“Penutup Arsy terhampar di atas kami, sedang pandangan mata Allah senantiasa memandang kami. Dengan daya pertolongan Allah, tidak berkuasa seorangpun berbuat madharat kepada kita. Dan Allah mengepung mereka dari belakang mereka. Bahkan (yang didustakan) adalah Al-Qur’an yang mulia yang berada dalam Lauh Mahfudz. (Maka Allah adalah sebagik-baik penjaga dan Dia adalah sebaik-baik yang memberi kasih sayang).”

Baca Juga :  Tiga Tunggal Putra Indonesia ke 16 Besar Kejuaraan Bulutangkis Asia 2022

Doa ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Ali bin Abi Thalib RA, ketika beliau mengutusnya untuk menghadapi Amr bin Abd Wudd, seorang pejuang musuh yang sangat kuat dan berani. Doa ini dapat dibaca ketika kita menghadapi situasi yang sulit dan berbahaya, sebagai pengharapan kepada Allah SWT yang Maha Kuasa dan Maha Penyayang.

3. Doa Mustajab

‎بِسْمِ الله وَبِالله وَمِنَ الله وَإِلَى الله وَعَلَى الله وَفِي الله وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.

“Dengan nama Allah, dan dengan nama Allah aku berlindung dan memohon keberkatan, hanya dengan Allah aku mohon pertolongan dan kemenangan, hanya dari Allah aku memohon karunia, hanya kepada Allah aku bernaung dan bersandar, hanya kepada Allah aku berserah diri dan berpegang, dan hanya kepada Allah aku tenggelamkan diriku dan kesungguhanku. Tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

Doa ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Abu Bakar RA, ketika beliau bersama beliau bersembunyi di Gua Tsur, saat hijrah dari Mekah ke Madinah. Doa ini dapat dibaca ketika kita merasa lemah dan membutuhkan bantuan Allah SWT, sebagai pengakuan akan kebesaran dan kekuasaan-Nya.

4. Doa Mustajab

‎بِسْمِ الله عَلَى دِيْنِى وَعَلَى نَفْسِى بِسْمِ الله عَلَى مَالِى وَعَلَى أَهْلِى وَعَلَى أَوْلاَدِى وَعَلَى أَصْحَابِى بِسْمِ الله عَلَى كُلِّ شَيْئٍ أَعْطَانِيْهِ رَبِّى.

“Dengan menyebut nama Allah aku ucapkan kepada agamaku, dan kepada diriku. Dengan nama Allah aku ucapkan kepada harta bendaku, kepada keluargaku, kepada anak-anakku dan kepada para sahabatku. Dengan menyebut nama Allah (semoga terpelihara) segala sesuatu yang dikaruniakan oleh Tuhanku kepadaku.

Baca Juga :  Pansus Covid-19 Gagal Terbentuk, Ada apa ni?

Doa ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Abdullah bin Abbas RA, ketika beliau mengajarinya tentang pentingnya berdoa dan bersyukur kepada Allah SWT. Doa ini dapat dibaca ketika kita ingin menyatakan rasa syukur dan penghargaan kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita.

5. Doa Mustajab

‎بِسْمِ الله الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Dengan menyebut nama Allah Yang tidak akan membahayakan segala sesuatu dengan nama-Nya di muka bumi dan di langit. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Doa ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Saad bin Abi Waqqash RA, ketika beliau memberinya wasiat tentang doa yang dapat menghindarkan dari segala marabahaya. Doa ini dapat dibaca ketika kita ingin memohon perlindungan dan keselamatan dari Allah SWT, yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.

6. Do’a Mustajab

‎أللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِى وَمِنْ شَرِّ غَيْرِى وَمِنْ شَرِّ مَاخَلَقَ رَبِّى, بِكَ اللَّهُمَّ أَحْتَرِزُ مِنْهُمْ, وَبِكَ اللَّهُمَّ أَدْرَأُ فِي نُحُوْرِهِمْ وَبِكَ اللَّهُمَّ أَعُوْذُ مِنْ شُرُوْرِهِمْ وَأَسْتَكْفِيْكَ إِيَّاهُمْ وَأُقَدِّمُ بَيْنَ يَدَيَّ وَأَيْدِيْهِمْ وَأَيْدِى مَنْ أَحَاطَتْهُ عِنَايَتِى وَشَمِلَتْهُ إِحَاطَتِى.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku sendiri dan dari kejahatan selain diriku, dan dari kejahatan sesuatu yang tercipta ya Tuhan. Dengan Engkau ya Allah, aku mohon dipelihara dari mereka, dan dengan-Mu ya Allah, aku pegang kuduk mereka. Dan dengan-Mu ya Allah, aku berlindung dari kejahatan-kejahatan mereka, dan aku memohon perlindungan atas mereka dan aku kemukakan (permohonan perlindungan itu) di hadapanku, di hadapan mereka, dan di hadapan orang-orang yang memperoleh pertolonganku dan yang aku ketahui.”

Baca Juga :  MAUNG BANDUNG | Sebelum Latihan Saksikan Rekaman Pertandingan

7. Do’a Mustajab

‎أللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ لِى وَلَهُمْ مِنْ خَيْرِكَ بِخَيْرِكَ الَّذِيْ لاَ يَمْلِكُهُ غَيْرُكَ أللَّهُمَّ اجْعَلْنِى وَإِيَّاهُمْ فِي حِفْظِكَ وَعِيَاذِكَ وَعِيَالِكَ وَجِوَارِكَ وَأَمْنِكَ وَأَمَانَتِكَ وَحِزْبِكَ وَحِرْزِكَ وَكَنَفِكَ وَسِتْرِكَ وَلُطْفِكَ مِنْ شَيْطَانٍ وَسُلْطَانٍ وَإِنْسٍ وَجَانٍّ وَبَاغٍ وَحَاسِدٍ وَسَبُعٍ وَحَيَّةٍ وَعَقْرَبٍ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا إِنَّ رَبِّى عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ,

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu untukku dan untuk mereka, kebaikan-Mu dengan segala kebaikan yang tidak dimiliki oleh Dzat selain Engkau. Ya Allah, jadikanlah aku dan mereka dalam pemeliharaan-Mu, perlindungan-Mu, dalam golongan hamba-hamba-Mu, berada dalam tanggungan-Mu, di sisi-Mu, di dalam keamanan-Mu, di dalam amanah-Mu, dipihak-Mu, di dalam penjagaan-Mu, di sisi-Mu, ditutupi oleh tirai-Mu, dan diliputi oleh kasih sayang-Mu dari kejahatan syetan, kejahatan penguasa, kejahatan manusia, kejahatan bangsa jin, kejahatan para penjahat, dan kejahatan orang-orang yang hasud dan dengki, kejahatan binatang buas, kejahatan ular, kejahatan kala jengking, dan dari kejahatan setiap makhluk yang melata yang Engkau pegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku berada di atas jalan yang lurus.” Berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang banyak agar engkau beruntung- menang-sukses- berjaya ( QS. Al- Jumu’ah 62 ayat 10.)

Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir ( mengingat namaNya) sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang
( QS. Al Ahzab 33 ayat 41-42.)
Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku ( Allah) kabulkan permohonanmu ( QS. Al Ghofir 40 ayat 60).

@mpa

 

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Islah Bahrawi: Kami Bukan Keluarga Polisi, Tapi Kami Bela Independensi Polri

Kam Feb 8 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Islah Bahrawi, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Madura dan Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), mengungkapkan alasan dirinya dan beberapa kawan-kawannya membela independensi Polri. Melalui akun Twitternya, @islah_bahrawi, dia menulis bahwa mereka bukan keluarga polisi, tapi sejak dulu aktif melawan pihak-pihak yang ingin mendegradasi wewenang penuh […]