VISI.NEWS | BANDUNG – Upaya pemulihan pascabencana di Sumatera mendapat dorongan besar dari sektor filantropi. Yayasan Buddha Tzu Chi menyatakan kesiapannya membangun 2.000 unit rumah bagi warga yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025. Pengumuman ini disampaikan pemerintah pada Kamis (11/12/2025), di tengah proses pendataan kerusakan yang masih berlangsung. Inisiatif tersebut menjadi salah satu dukungan terbesar dari lembaga nonpemerintah dalam pemulihan hunian pascabencana.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, memastikan pembangunan rumah tersebut akan diarahkan untuk masyarakat yang kehilangan tempat tinggal di sejumlah wilayah terdampak. Ia menyebut langkah Tzu Chi mencerminkan semangat solidaritas di saat banyak warga masih berjuang bangkit dari kondisi darurat.
“Ini adalah bentuk gotong royong dari bangsa Indonesia. Ini adalah suatu hal yang baik menurut saya,” ujar Maruarar Sirait dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Pascabencana Sumatera.
Tzu Chi, lembaga kemanusiaan internasional yang berdiri sejak 1966, dikenal aktif dalam penanganan bencana di berbagai negara. Komitmen pembangunan hunian ini telah disampaikan Ara kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan mendapat sambutan positif.
“Supaya ini bisa semakin besar, gerakan gotong royong dari berbagai pihak. Karena kita ini satu bangsa semuanya,” tambah Ara.
Sementara itu, AHY memaparkan perkembangan data kerusakan rumah yang terus diperbarui. Hingga Rabu (10/12), pemerintah mencatat 112 ribu rumah terdampak di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Angka tersebut terdiri dari kategori rusak ringan hingga rumah yang hanyut tersapu bencana.
Rinciannya, sebanyak 75 ribu unit terdampak di Aceh, 28.900 unit di Sumatera Utara, dan 8.900 unit di Sumatera Barat. Pemerintah kini menyiapkan skema pembiayaan dan opsi relokasi untuk wilayah yang dianggap rawan bencana.
“Kami sedang mempersiapkan dan menghitung anggaran kebutuhan untuk perbaikan serta pembangunan rumah rakyat. Termasuk juga relokasi ke area yang lebih aman,” ungkap AHY.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan lembaga kemanusiaan, program pemulihan hunian diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi masyarakat Sumatera yang terdampak bencana. @kanaya












