VISI.NEWS – Seorang pedagang rokok di seputaran terminal bayangan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengaku jadi korban peredaran uang palsu dari salah satu pembeli.
Musibah tersebut terjadi kepada Egy (31) warga Cileunyi, beberapa hari lalu. Egy mengatakan, kejadiannya malam hari. Dimana pelaku membeli sebungkus rokok dengan memberikan uang pecahan Rp. 50.000.
“Pas bayar, saya masih belum sadar karena kalau malam kan gelap banget,” kata Egy, kepada wartawan di Cileunyi, Sabtu, (31/10/2020) siang.
Menurut Egy, pelaku diketahui dua orang pria yang mengendarai kendaraan roda empat dari arah Garut menuju Bandung. Lanjutnya, saat itu pelaku membeli rokok seharga Rp. 20.000,- dan membayar menggunakan uang kertas palsu pecahan Rp. 50.000,-.
Namun, kata Egy, saat pelaku sudah pergi dan membawa uang kembalian Rp. 30.000,- dia melihat uang tersebut tampak berbeda dengan yang asli.
“Setelah pergi pembelinya, saya pegang kertasnya lebih tipis dari yang lain, warnanya pun pudar,” jelasnya.
Setelah menyadari uang yang diterima palsu, dia mengaku hanya bisa mengikhlaskan kejadian itu, sebab pelaku telah melarikan diri.
“Ini baru pertama kali tertipu. Saya tempel di etalase warung supaya orang tahu kalau itu uang palsu,” katanya.
Dari kejadian tersebut, dia tidak berniat melaporkannya kepada polisi, sebab kerugian yang dia alami dianggap tidak seberapa. “Saya tidak lapor polisi, lagian uangnya cuma segitu,” ungkapnya.
Egy menambahkan, kejadian tersebut tidak menimpa dirinya saja. Ternyata sebelumnya, beberapa pedagang khususnya penjual rokok dan kopi yang ada di seputaran terminal bayangan juga pernah mengalami hal yang sama.
Mengantisipasi kejadian serupa, pihaknya dan rekan-rekan pedagang lainnya akan lebih hati-hati dan tetap fokus apabila ada yang berbelanja dengan modus meminta uang kembalian dengan alasan ingin secepatnya pergi.
“Sekarang saya sama pedagang yang lain, akan lebih hati-hati. Kalau ada yang belanja malam atau subuh saya lihat dulu uangnya,” jelasnya. @yus