Uben, “Berharap SPSI Jadi Kekuatan Politik”

Ketua PC SPTSK SPSI Kabupaten Bandung H.Uben Yunara./visi.news/istimewa.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Ketua Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Bandung, Uben Yunara berharap SPSI menjelma menjadi kekuatan politik dalam menentukan sebuah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah ke depan, jika para buruh ingin mengubah diri.

“Apakah ini sebuah hukuman bagi para buruh dengan adanya peraturan Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja tersebut. Khususnya di SPSI, kita memandang apa pun yang menjadi realitas di Indonesia ini, semua keputusan yang ada berdasarkan pada keputusan politik. Baik itu UU Omnibus Law Cipta Kerja, kenaikan upah kerja semuanya melalui keputusan politik,” kata Uben kepada VISI.NEWS melalui sambungan telepon selular, Kamis (29/10/2020).

Maka SPSI, imbuhnya, harus menjadi salah satu kekuatan politik di dalam negeri ini. Untuk hal terebut SPSI harus menjadi atau underbow partai politik.

“SPSI harus menentukan sikap, jangan memilih beberapa partai politik. Kita harus memilih satu partai politik dari sekian banyak partai yang ada. Dengan memilih satu partai politik akan menajdi kekuatan dalam menentukan sikap ke depan untuk kepentingan para pekerja atau para buruh,” katanya.

SPSI, imbuh Uben, pada 2024 mendatang harus bisa merebut kursi wakil rakyat di DPR RI, DPRD Provinsi, hingga DPRD Kabupaten/Kota di Indonesia. Supaya ada keterwakilan dari kalangan buruh untuk menentukan sikap dan keputusan politik dalam pemerintahan yang berkaitan dengan kepentingan para pekerja.

Ia mengatakan, memang saat ini ada keterwakilan buruh yang duduk di parlemen, dan mereka berasal dari berbagai partai politik.

“Tidak satu partai politik. SPSI harus memilih salah satu partai politik saja, supaya cepat menjadikan perwakilan buruh duduk di kursi parlemen pada Pemiu 2024 mendatang. Kita berafiliasi dengan satu partai politik itu, jangan multipartai supaya suara buruh satu tujuan ke depannya,” katanya.

Ia kembali mengatakan, SPSI harus menjelma menjadi kekuatan politik di dalam negeri ini.

“Kalau para buruh ingin menentukan sikap sendiri. Sepanjang para pekerja tidak melek politik, ya nasib buruh akan seperti ini,” ucapnya.

Lebih lanjut Uben mengatakan, jika para buruh yang tergabung dalam SPSI di Inonesia ini kompak dan bersatu membentuk partai politik, sangat potensial untuk meraih posisi dua atau tiga dalam perolehan suara pada pemilu mendatang.

“Di Indonesia itu bisa mencapai 36 juta buruh. Dari 36 juta buruh itu, sebanyak 15 juta buruh yang tergabung dengan SPSI di Indonesia,” ujarnya.

“Makanya, dengan jutaan buruh itu menjelma menjadi kekutan partai poitik, kita bisa meraih suara antara 20-30 peren dalam pemiu,” ungkpnya.

Ia mengatakan, potensi buruh tersebut bisa menentukan sikap dalam kebijakan politik. Di antaranya menyikapi berbagai keputusan politik yang berkaitan perburuhan.

“Intinya ke depan perwakilan pengurus serikat pekerja harus masuk di parlemen karena selama ini hanya menjadi tim sukses. Kita harus mengubah diri dan mengubah pola pikir dalam upaya memperbaiki nasib buruh ke depan,” ungkapnya.

Ia pun kembali mengajak para buruh untuk berpolitik dalam menghadapi pemilu ke depan supaya para buruh bisa merebut kursi di parlemen dalam menentukan sikap politik dalam sebuah keputusan yang berpihak pada buruh.

“Dengan adanya para buruh yang menjadi perwakilan di parlemen untuk memudahkan perjuangan para buruh melalui jalur politik,” pungkasnya. @yas

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

KHOTBAH JUMAT: Nikmat Berlipat tapi Masih Suka Maksiat

Kam Okt 29 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Sering kita mendengar dalam berbagai pengajian keagamaan, para ustaz, kiai, dan ulama mengingatkan kita tentang pentingnya menyadari datangnya istidraj. Sejatinya, istidraj tidak semata datang dari Allah kepada para hamba-Nya, tetapi sangat mungkin juga terjadi dalam kehidupan sehari-hari antarumat manusia. Memahami datangnya atau tengah berlangsungnya istidraj amat penting karena ia […]