VISI.NEWS | KAB BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispakan) terus berupaya untuk mendorong dan mengembangkan budidaya ikan hias, selain ikan konsumsi. Di Kabupaten Bandung khususnya, animo pengemar ikan hias cukup banyak.
Bupati Bandung Dadang Supriatna melalui Kepala Dispakan Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama mengatakan bahwa di Kabupaten Bandung, budidaya ikan hias tersebar di Kecamatan Ciparay, Majalaya, Banjaran dan daerah lainnya.
“Budidaya ikan hias itu seperti ikan koi, koki, cupang, lobster, kori deras dan sebagainya yang dihasilkan para pelaku usaha di Kabupaten Bandung ini, kualitasnya cukup bagus. Minimal dengan adanya pengembangan budidaya ikan hias yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung, berharap bisa memenuhi kebutuhan pasar di wilayah Bandung Raya,” tutur Uka Suska di Soreang, Sabtu (3/1/2026).
Ia mengatakan untuk pengembangan budidaya ikan hias itu, pihaknya mendorong para pelaku usaha atau pembudidaya ikan hias untuk mengajukan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat atau KUR.
“Terkait dengan kebutuhan modal usahanya disesuaikan dengan kemampuan, karena untuk mengajukan permodalan melalui KUR itu melewati proses yang cukup panjang,” ujarnya.
Lebih lanjut Uka Suska mengatakan untuk pengembangan ikan hias di Kabupaten Bandung itu bisa bekerjasama dengan eksportir atau pelaku usaha di Blitar, selain Kediri dan Tulung Agung Jawa Timur.
“Pengembangan usaha budidaya ikan hias di Jawa Timur, khususnya di Blitar, Kediri dan Tulung Agung sudah menjadi ikon. Sudah mencapai ratusan pembudidaya ikan hias dengan memanfaatkan lahan cukup luas mencapai hektaran,” sebut Uka Suska.
Menurutnya, bentuk kerja sama dengan Blitar itu, bisa dalam pelaksanaan bimtek, pendampingan, selain dalam penyediaan indukan berkualitas hingga proses pembesaran dan pemasarannya. Bahkan dalam proses pemasarannya bisa bekerjasama dengan eksportir.
“Dengan adanya kerja sama ini diharapkan bahwa proses pembudidayaan ikan hias di Kabupaten Bandung bisa terus berkembang. Minimal bisa memenuhi kebutuhan konsumen di Bandung Raya,” ujarnya.
Selama ini, kata Uka Suska, pasar ikan hias di Bandung Raya dipasok oleh Blitar, selain ke Pasar Parung Bogor yang omsetnya sudah mencapai ratusan juta rupiah pada setiap harinya. Bahkan dikabarkan pasar ikan hias di Blitar itu sudah tembus ke Jepang dan Eropa, sehingga budidaya ikan hias sangat menjanjikan secara ekonomi.
“Untuk pengembangan pasar ikan hias itu, belakangan ini diketahui ada kontes atau show ikan hias hingga terjadi transaksi atau lelang ikan hias dengan harga yang menakjubkan. Nilai lelang ikan hias dengan harga yang cukup tinggi itu, sudah pasti memotivasi para pelaku usaha atau pembudidaya ikan hias untuk terus mengembangkan usaha tersebut,” tuturnya. @kos












