Umat Islam Italia Lalui Ramadan di Bawah Pembatasan Ketat

Editor :
Umat Islam Italia lalui Ramadan di bawah pembatasan ketat.Ilustrasi/via sindonews/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Sekitar 2,5 juta umat Islam di Italia menghabiskan Ramadan di bawah pembatasan untuk membatasi penyebaran Covid-19. Hingga kini, Italia masih menerapkan jam malam, larangan berkumpul dalam jumlah besar, dan pembatasan lainnya. Langkah ini diambil untuk mengatasi penyebaran Covid-19.

Persatuan Komunitas Islam di Italia (Ucooi) telah menginstruksikan masjid dan tempat ibadah di negara itu untuk memastikan bahwa semua aturan terkait virus corona, sepenuhnya harus dihormati.

“Kami mengimbau untuk menghindari keramaian di pintu masuk dan keluar tempat ibadah, menyediakan masker dan gel desinfektan kepada umat, serta tidak membawa anak-anak. Kami juga meminta semua orang untuk membawa sajadah mereka sendiri,” kata Presiden Ucooi, Yassine Lafram.

“Kami akan sangat merindukan dimensi sosial Ramadan karena tidak akan ada kunjungan ke keluarga dan khotbah serta pelajaran hanya akan berlangsung secara online. Kami telah beradaptasi dengan situasi saat ini,” sambungnya, seperti dilansir Sindonews dari Arab News.

Namun, beberapa muslim mengatakan, Ramadan tahun ini akan dirayakan lebih baik daripada tahun 2020, ketika semua tempat ibadah ditutup karena penguncian nasional.

“Setidaknya tahun ini kami bisa pergi ke masjid untuk salat, tentunya dengan segala kewaspadaan yang mungkin agar tidak mengambil risiko. Itu langkah maju yang cukup besar dibandingkan dengan tahun lalu, ketika kami tidak dapat meninggalkan rumah kami,” kata Sana El-Gosairi.

“Kami akan sangat berhati-hati. Kami tidak dapat mengambil risiko apa pun sekarang karena kami dapat melihat cahaya di ujung terowongan dengan vaksin,” sambungnya.

El-Gosairi menuturkan, dia akan menghabiskan Ramadan tanpa orang tuanya yang terjebak di Maroko karena larangan perjalanan yang diperpanjang negara itu hingga 21 Mei.

Baca Juga :  KHOTBAH JUMAT: Jangan Terlena Mengejar Harta

Hamid Zariate, seorang dokter dan imam di kota Biella, mengatakan, dia telah mengeluarkan imbauan kepada jemaahnya untuk menghindari keramaian.

“Pesan Islam akan tetap bisa menyebar di antara kita melalui internet. Ini adalah peluang besar yang juga memungkinkan kami menjangkau banyak anak muda,” katanya.

Sementara itu, Islamic Center di Brescia menuturkan, meski pembatasan ketat masih membayangi Ramadan kali ini, tetapi situasinya masih jauh lebih baik dibanding tahun lalu dan itu patut disyukuri.

“Kami tidak akan memiliki kenormalan yang lengkap, tetapi kami akan menjalaninya dengan spiritualitas yang lebih sadar,” ucapnya, sembari mengatakan bahwa paket makanan akan dikirimkan kepada mereka yang membutuhkan.

Banyak uskup Katolik di Italia sendiri telah mengirim pesan kepada komunitas muslim untuk menandai dimulainya bulan suci.

Marco Prastaro, seorang uskup di Asti, mengungkapkan kepada umat Islam, persahabatan yang tulus dan kedekatan spiritual, dan harapan bahwa melalui praktik puasa, doa, dan sedekah yang tulus, setiap mukmin dapat menerima berkah yang melimpah dari Yang Tertinggi, terutama di masa-masa sulit pandemi. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Hasil Liga Italia: Inter Tahan Imbang Napoli

Sen Apr 19 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Duel Napoli vs Inter Milan berakhir imbang 1-1 dalam lanjutan Liga Italia di Stadion Diego Armando Maradona, Senin (19/4/2021) dini hari waktu Indonesia. Inter dan Napoli menampilkan permainan terbuka dan saling serang. Peluang pun didapat kesebelasan masing-masing. Tim tamu mendapat peluang emas pada menit ke-28. Diawali situasi […]