UMRAH: 80 Mahasiswa Jadi Pemandu Umrah di Masjidilharam

Editor Ilustrasi/arab news/via ihram.co.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Sebanyak 80 mahasiswa dari Institut Masjidilharam telah mengambil bagian sebagai relawan di Masjidilharam, Mekah. Mereka diperbantukan setelah dibukanya ibadah umrah secara bertahap.

“Para siswa bekerja total 240 jam atau tiga jam per siswa,” seperti dilaporkan SPA, dilansir ihram.co.id dari Arab News, Jumat (6/11/2020).

Para mahasiswa ini menjadi petugas dengan membimbing jemaah menuju area salat untuk memastikan jemaah mematuhi aturan menjaga jarak. Mereka juga bertugas di koridor saat pelaksanaan umrah dengan pengawasan oleh Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci.

Pemerintah Arab Saudi telah membuka umrah secara bertahap sejak 4 Oktober, 18 Oktober dan 1 November 2020. Bukan hanya pembukaan yang dilakukan secara bertahap, tapi kapasias umrah pun dilakukan bertahap.

Mulai 1 November kemarin umrah dibuka untuk umrah asing. Keberadaan para relawan ini dibutuhkan, seiring meningkatnya kapasitas jemaah umrah dan untuk memastikan jemaah mematuhi protokol kesehatan dan pencegahan virus corona yang diberlakukan pemerintah Saudi.

Merasa Beruntung

Sementara itu seorang pengusaha wanita Indonesia, Ita Puspitawati Jayadi mengaku tak percaya dengan keberuntungannya saat mengetahui akan berangkat ke Mekah.

“Saya merasa sangat diberkahi bisa menunaikan umrah. Ini seperti mimpi yang jadi kenyataan,” kata Ita dilansir ihram.co.id dari Arab News, Jumat (6/11/2020).

Dia akan berangkat pada 8 November dengan seorang rekan perempuan dari biro perjalanan umrahnya. Ita berharap dapat melihat peraturan baru yang diterapkan oleh Arab Saudi untuk memfasilitasi jemaah perempuan.

“Ada banyak teman dan klien wanita yang mengatakan mereka ingin mendengar pengalaman saya sebagai jemaah wanita dalam situasi saat ini,” kata dia.

Ita mengatakan, baik otoritas Indonesia maupun Saudi melakukan yang terbaik untuk melindungi jemaah. Jemaah umrah lainnya dari Indonesia, Budi Firmansyah mengatakan otoritas Saudi telah membuat pengaturan yang mengesankan untuk melindungi jamaah. Dia juga melihat sekelompok petugas imigrasi wanita di bandara.

Baca Juga :  Reses di Desa Sindangpanon, Ini Kata H. Yayat Hidayat Soal Pendidikan di Kab. Bandung

“Ini adalah pertama kalinya saya melihat pasukan imigrasi Saudi yang semuanya perempuan,” kata dia.

Kurang dari setengah dari 56 ribu orang Indonesia yang berencana umrah diizinkan melakukan perjalanan karena batasan saat ini.

“Kami memperbarui daftar mereka yang termasuk dalam kelompok 42 persen. Hambatan utamanya adalah keluarga dengan orang tua atau pasangan lansia yang tidak dapat bepergian bersama karena banyak dari mereka berusia di atas 50 tahun,” kata Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Firman M. Nur.

Dia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah Saudi karena telah melanjutkan umrah bagi jemaah internasional. Ia berterima kasih Arab Saudi memilih Indonesia sebagai salah satu dari sedikit negara pertama yang diizinkan mengirim jemaah. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

MUI Ajak Umat Islam Patuhi Protokol Kesehatan Cegah Covid-19

Jum Nov 6 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Ketua Komisi Perempuan-Remaja dan Keluarga (PRK) MUI, Azizah mengajak umat Islam mematuhi protokol kesehatan sebagai salah satu cara mencegah penularan virus corona (Covid-19). “Dalam agama Islam dikatakan, jangan membahayakan diri sendiri dan juga membahayakan orang lain, maka kita wajib menghindari virus ini dengan cara mengikuti protokol kesehatan,” kata […]