UMRAH: Sistem Manajemen Keramaian Sukses Atur 400 Ribu Jemaah

Editor :
Sistem manajemen keramaian sukses atur 400 ribu jemaah umrah./ilustrasi/via ihram.co.id/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Departemen Umum Manajemen Keramaian di Masjidilharam di Mekah mengatur keluar masuknya jemaah umrah serta jemaah di masjid dengan cara yang sangat halus dan tertib serta benar-benar sesuai dengan semua tindakan pencegahan dan protokol pencegahan untuk membendung penyebaran virus corona.

Hal ini dalam koordinasi dan kerja sama dengan berbagai departemen di bawah Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci, Pasukan Keamanan Haram, dan instansi terkait lainnya, demikian menurut laporan di Al-Arabiya.net seperti dilansir ihram.co.id.

Dilansir dari Saudi Gazette, Senin (9/11/2020) departemen ini memfasilitasi kelancaran pelaksanaan umrah oleh 408.000 jemaah sejak awal tahap pertama dimulainya kembali layanan umrah secara bertahap mulai 4 Oktober dan total 920.000 jemaah diizinkan masuk ke Masjidilharam untuk melakukan salat wajib sejak awal tahap kedua pada 18 Oktober.

Departemen ini memantau dengan cermat seluruh aspek manajemen keramaian dan pengelompokan jemaah dan dengan cepat melakukan intervensi, dalam hubungannya dengan instansi terkait, untuk mengatasi hal-hal negatif yang menghalangi kelancaran arus jemaah dan jemaah dan penampilan ritual mereka.

Departemen telah mengambil sejumlah langkah untuk memastikan kelancaran manajemen keramaian sepanjang waktu sehingga memungkinkan jemaah dan jemaah melakukan ritual mereka dengan mudah dan nyaman.

Departemen ini mengawasi dengan ketat semua area Masjidilharam termasuk mataf (area mengelilingi Kakbah), mas’a (area untuk ritual sa’i antara Safa dan Marwah), Raja Fahd dan Raja Abdullah Extensions, bagian-bagian yang mengarah ke mataf dan mas’a, serta lantai atas dan halaman masjid.

Ia juga melakukan penelitian dalam menghilangkan rintangan yang menghalangi pergerakan jemaah, dan itu secara ketat sesuai dengan protokol pencegahan.

Perlu dicatat bahwa sekitar 75 persen kapasitas Masjidilharam terbuka untuk jemaah, jemaah, dan pengunjung dalam dan luar negeri dengan fase ketiga dimulainya kembali umrah secara bertahap yang dimulai pada 1 November.

Baca Juga :  Menjelang Lebaran Layanan Penukaran Uang Baru di Mobil Kas Keliling Ditiadakan

Pada fase ketiga, sebanyak karena 20.000 jemaah umrah dan 60.000 jemaah akan diizinkan masuk ke Masjidilharam setiap hari. Para peziarah akan melakukan ritualnya secara berkelompok. Kementerian Haji dan Umrah menyatakan telah menetapkan 10 hari sebagai masa tinggal maksimal jemaah asing di Kerajaan. Periode yang tersedia untuk reservasi melalui aplikasi Eatmarna hingga 31 Desember.

Menurut protokol yang dikeluarkan oleh kementerian, usia jemaah haji asing harus antara 18 dan 50 tahun dan mereka harus tetap dikarantina selama tiga hari di akomodasi mereka di Mekah setelah kedatangan mereka di Kerajaan.

Peraturan tersebut mengatur bahwa jemaah harus memiliki surat keterangan tes kesehatan PCR yang menunjukkan bahwa dirinya bebas dari virus corona yang dikeluarkan oleh laboratorium terpercaya di negaranya, tidak lebih dari 72 jam sejak pengambilan sampel hingga saat pemberangkatan ke Kerajaan. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pandemi, Pawai Ta'aruf dan Pameran MTQ Nasional Ditiadakan

Sen Nov 9 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVIII akan digelar 12 – 21 November 2020 di Sumatra Barat. Helat akbar ini diperkirakan berlangsung masih dalam suasana pandemi Covid-19. Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Juraidi mengatakan, panitia telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi agar MTQ Nasional tetap berjalan dengan baik, salah […]