VISI.NEWS | BANDUNG – Penghargaan yang diterima Manajer Persib, Umuh Muchtar dari Harian Umum Pikiran Rakyat menjadi sorotan di tengah ketatnya persaingan Super League 2025 2026.
Momen penganugerahan ini tidak hanya dipandang sebagai bentuk apresiasi personal, tetapi juga cerminan hubungan panjang antara klub, media, dan identitas sepakbola Jawa Barat yang terus terbangun dari waktu ke waktu.
Penghargaan tersebut diberikan pada puncak peringatan 60 Tahun Pikiran Rakyat di Hotel Savoy Homann Bandung, sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi Umuh dalam mengawal perjalanan Persib hingga menjadi klub profesional dengan prestasi yang konsisten. Dalam beberapa tahun terakhir, Persib tampil sebagai kekuatan penting dengan capaian dua gelar juara berturut turut yang memperkuat posisi mereka di kancah sepakbola nasional.
Dari perspektif yang lebih luas, penghargaan ini juga menggambarkan peran ekosistem pendukung di balik sebuah klub besar. Media, dalam hal ini Pikiran Rakyat, tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga bagian dari pembentuk narasi, semangat, dan psikologi kolektif publik sepakbola di Jawa Barat. Relasi ini turut memperkuat identitas Persib sebagai simbol kebanggaan daerah.
Umuh Muchtar sendiri menanggapi penghargaan tersebut dengan rasa bangga dan haru. Ia menilai bahwa dukungan media memiliki arti penting dalam perjalanan tim, baik di dalam maupun di luar lapangan.
“Penghargaan ini menambah motivasi bagi saya pribadi dan juga Persib yang saat ini tengah berjuang di lapangan hijau untuk bisa mewujudkan harapan bersama juara untuk ketiga kalinya,” kata Umuh dikutip dari laman resmi Persib, Kamis (30/4/2026).
Pernyataan tersebut menunjukkan bagaimana motivasi tim tidak hanya dibentuk oleh aspek teknis permainan, tetapi juga oleh dukungan moral dari berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam perjalanan klub.
Lebih jauh, Umuh juga menegaskan bahwa keberhasilan Persib menjadi klub profesional tidak dapat dilepaskan dari peran media yang konsisten mengawal perjalanan tim. Informasi yang tersaji kepada publik dianggap sebagai energi tambahan yang memperkuat mentalitas pemain dan manajemen.
“Di Jawa Barat orang selalu mengingat ungkapan ‘Ada Persib, ada Pikiran Rakyat’. Terima kasih atas penghargaan ini dan ini saya dedikasikan untuk semua pecinta Persib,” ucapnya.
Dari kacamata analisis, penghargaan ini memperlihatkan bagaimana sepakbola modern tidak hanya bertumpu pada hasil pertandingan, tetapi juga pada hubungan simbolik antara klub, media, dan masyarakat yang membentuk kekuatan identitas bersama. @desi