Untuk Bisa Beli HP Biar Belajar Online Lancar, Sultan Keliling Kota Jualan Odading dan Onde-onde

Editor Sultan menawarkan kue onde kepada awak media di PWI Tasikmalaya./visi.news/ayi kuraesin
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Untuk bisa membeli HP (hand phone) dan membantu orang tua, Sultan siswa kelas IX SMP rela berjualan kue odading dan onde-onde keling.

Di musim pandemi corona saat ini, memiliki HP bagi Sultan sangat penting agar tidak ketinggalan pelajaran seiring dengan aktivitas belajar mengajar yang dilakukan secara online.

Sayangnya, tidak semua orang tua mampu membelikannya. Ayah Sultan yang sehari-hari hanya sebagai tukang gassoline keliling misalnya, tidak mampu membelikan HP bat Sultan. Jangankan untuk membeli HP dan kuota, untuk makan saja sulit apalagi di musim pandemi aktivitas usaha ayah Sultan sempat terhenti.

Menyadari kondisi ayahnya seperti itu, Sultan Zihan (15), pelajar kelas IX SMPN Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, tak berpangku tangan atau memaksa orangtuanya agar membelikan HP, namun ia rela berjualan keliling salah satu makanan khas Jawa Barat, yakni onde-onde dan odading.

Sultan bertekad untuk memiliki HP guna mendukung proses belajar online di sekolahnya. Selama ini ia kerap menumpang atau meminjam ke rekan sekelasnya.

“Saya berjualan onde dan odading keliling di Kota Tasikmalaya berjalan kaki. Berangkat dari Salopa menumpang teman yang pakai motor pergi ke kota,” katanya saat menawarkan dagangannya ke kantor PWI Tasikmalaya, Senin (3/8).

Sudah hampir dua pekan Sultan berjualan onde keliling. Dagangan yang dibawa sebanyak 200 butir onde. Dari rumahnya di Salopa berangkat pagi dengan menumpang sepeda motor milik temannya.

Tiap 1 butir onde dijual dengan harga Rp 2.000. Ia mendapat keuntungan Rp 1.000 tiap butirnya.

“Kalau semuanya habis dalam waktu sehari saya bisa mendapat keuntungan Rp 200.000. Itu kalau lagi mujur,” tuturnya.

Baca Juga :  Densus 88 Kembali Tangkap Seorang Terduga Teroris di Surabaya

Disebutkannya, kue dagangannya itu milik orang lain. Jika tidak habis dagangannya bisa dikembalikan. Sementara dari keuntungannya itu, ia potong untuk makan dan bensin.

Sementara profesi sang ayah, kata Sultan,
Selama ini sebagai penjual gassoline eceran di sekitar terminal Salopa.

“Bapa saya penjual gassoline dan ibu saya berjualan onde juga. Saya ingin membantu beban orang tua dengan ikut berjualan ke kota. Harapan saya bisa membeli HP,” katanya.

Tidak hanya itu, sepulang berjualan Sultan juga membantu ibunya untuk menyiapkan keseharian makan adik-adiknya. @akr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

MUI Minta Pemasangan Wifi di Masjid Tak Bebani DKM

Sen Agu 3 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Imbauan yang dikeluarkan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat terkait pemasangan wifi di masjid-masjid, mendapat tangapan berbagai pihak. Program tersebut dinilai sangat positif selama tidak membebani DKM masing-masing. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Garut, KH A Sirodjul Munir, mengaku sangat mengapresiasi imbauan DMI terkait pemasangan wifi tersebut. Menurutnya, […]