Untuk Menanggulangi Masalah Kemiskinan, Awal Tahun 2021 Panti Baraya Rencana Buka LPK

Editor :
Ketua Yayasan Panti Yatim Baraya, M. Soleh, di depan ruangan produksi baso./visi.news/ki agus.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS — Setelah berhasil membuka usaha Baso Sapi dan Ayam Baraya, Ketua Yayasan Panti Baraya, M. Soleh, berencana di awal Januari 2021 nanti akan membuka Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) Baraya, dengan tujuan yang sama untuk menanggulangi masalah kemiskinan di Kabupaten Bandung, khususnya di wilayahnya sendiri.

Jenis keterampilan yang akan diselenggarakannya, tambah Soleh, berupa pendidikan menjahit, pengelasan, elektronika, dan home industri. Untuk pendaftarannya dia melakukannya secara subsidi silang, dalam artian bagi masyarakat tidak mampu akan digratiskan.

“Saya mengharapkan masyarakat nantinya bisa memanfaatkan LPK ini dengan sungguh-sungguh terutama yang berkeinginan merubah kehidupannya,” katanya di Jalan Raya Ciodeng RT01 RW08 Desa Bojongmalaka Kecamatan Baleendah, Sabtu (31/10/2021).

Dia mengemukakan, di masa pandemi Covid 19 ini, masyarakat tengah mengalami masa transisi sosial dan ekonomi. Guna menanggulangi permasalahan tersebut, masyarakat dituntut untuk bisa kreatif dan inovatif. Melalui LPK ini, dia berharap permasalahan tersebut bisa teratasi, terutama yang berkeinginan untuk mau maju dan merubah kehidupannya.

Untuk persyaratan juga perijinannya, diakui dia, masih dalam proses, tapi dia optimis di awal tahun 2021 nanti bisa segera direalisasikan perencanaannya itu. Sehingga masyarakat bisa segera mendaftarkan diri di LPK Baraya. Dengan demikian akan terjadi akselerasi penanggulangan jumlah pengangguran di Kabupaten Bandung.

Soleh juga mengetuk hati para dermawan dan hartawan, untuk peduli terhadap anak-anak yatim asuhannya. Sebab masa depannya ada dikeridhoan masyarakat begitu juga dengan kehidupannya nanti. Karena beramal atau bersedekah tidaklah akan mengurangi kekayaan, malah sebaliknya akan menjadi berkah di dunia dan akherat.

“Semakin maju usia anak-anak Yatim maka akan semakin tinggi biaya kehidupannya. Meskipun saya sekarang buka usaha produksi baso dan berencana membuka LPK, tapi tetap ada keterbatasan,” ujarnya.

Baca Juga :  Lacak Corona, Jabar Gencarkan Tes di Instansi Pemerintah

Untuk itu dia mengajak kepada semua pihak untuk peduli dengan anak yatim dan membantunya agar bisa meraih masa depan gemilang penuh kebahagiaan. Sebab keberadaan anak-anak yatim merupakan tanggung jawab bersama.

Semoga dengan uluran bantuan dari para donatur, ungkap dia, bisa menjadikan kemudahan dalam semua urusan. Demikian juga dengan dirinya yang peduli dengan masalah sosial masyarakat serta berkeinginan meningkatkan sumber daya manusia. @qia.

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari Bebas Murni

Sab Okt 31 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari telah bebas murni usai menjalani hukuman selama empat tahun penjara dalam perkara korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) pada 2005 dan menerima gratifikasi sebesar Rp1,9 miliar. “Telah dibebaskan hari ini, Sabtu 31 Oktober 2020, warga binaan atas nama Dr dr Hj Siti […]