Search
Close this search box.

Untuk Tumbuhkembangkan Ekonomi, Bupati Bandung Berusaha Keras Wujudkan Program MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana (kiri) didampingi Bupati Bandung Dadang Supriatna (kanan) melakukan monitoring dan kunjungan ke Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, Selasa (9/9/2025)./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Pada awal September 2025, Pemerintah Kabupaten Bandung melaporkan bahwa 90 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di wilayah tersebut. Meskipun terdapat perbedaan angka dalam berbagai laporan terkait perkembangan program ini, Bupati Bandung Dadang Supriatna tetap optimistis bahwa target SPPG yang diharapkan beroperasi pada akhir 2025 dapat tercapai. Program SPPG ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui penyediaan makanan bergizi di tingkat desa. Bupati Dadang Supriatna menyampaikan bahwa angka tersebut menunjukkan kemajuan yang signifikan, meskipun masih ada tantangan untuk memastikan semua unit SPPG beroperasi dengan maksimal.

“Jika seluruh SPPG ini berjalan dengan baik, akan ada perputaran uang sekitar Rp 5 triliun yang dapat menyentuh berbagai sektor ekonomi masyarakat. Ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga bagaimana program ini mendorong ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Bandung,” ujar Bupati Dadang Supriatna saat ditemui di sela-sela kunjungan kerjanya.

Fokus Pada Sirkulasi Ekonomi Lokal

Bupati Dadang menambahkan, salah satu fokus utama dari program SPPG adalah untuk menciptakan sirkulasi ekonomi yang dapat bermanfaat langsung bagi masyarakat setempat. Dengan beroperasinya dapur-dapur SPPG di tingkat desa, diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat serta menciptakan peluang usaha bagi berbagai sektor, mulai dari pengadaan bahan baku hingga distribusi makanan.

“Melalui SPPG, kita ingin membangun ekosistem yang saling mendukung antara petani lokal, penyedia bahan makanan, dan masyarakat penerima manfaat. Ini adalah sinergi yang akan membawa dampak positif bagi perekonomian Kabupaten Bandung secara keseluruhan,” lanjut Bupati Dadang akhir pekan ini.

Kadin Kabupaten Bandung Juga Terlibat

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung turut berperan aktif dalam program SPPG ini. Sebagai mitra pemerintah, Kadin membantu memfasilitasi pendirian dan operasional dapur-dapur SPPG di berbagai titik.

Baca Juga :  Iran Klaim Hantam USS Lincoln

“Kerja sama antara pemerintah daerah dan sektor swasta sangat penting untuk kesuksesan program ini. Kami di Kadin Kabupaten Bandung akan terus mendukung agar target SPPG kami bisa tercapai, bahkan lebih, dalam waktu dekat,” kata Ketua Kadin Kabupaten Bandung Boni Anggara.

Perbedaan Angka dalam Laporan

Namun, terdapat perbedaan angka yang cukup mencolok antara laporan-laporan yang ada. Beberapa laporan menyebutkan bahwa 44 SPPG sudah beroperasi penuh, sementara laporan lain menyebutkan bahwa lebih dari 200 dapur lainnya siap beroperasi dalam waktu dekat. Meskipun demikian, pemerintah dan Kadin Kabupaten Bandung memastikan bahwa progresnya tetap berjalan sesuai dengan rencana.

Menurut Bupati Dadang, meskipun ada perbedaan dalam laporan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan semua data yang tercatat adalah akurat dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Program yang Menjadi Prioritas

Program SPPG ini menjadi salah satu prioritas utama dalam kepemimpinan Bupati Dadang Supriatna. Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung, Bupati menganggap bahwa SPPG adalah salah satu program yang dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat, khususnya di sektor gizi dan ekonomi lokal.

“Saya sangat berharap program ini bisa diimplementasikan secara merata di seluruh desa, karena ini bukan hanya soal makan, tetapi juga bagaimana kita memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi masyarakat itu bergizi, sehat, dan dapat mendukung produktivitas mereka dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Bupati Dadang.

Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal

Bupati Dadang juga menambahkan, bahwa dengan adanya SPPG yang beroperasi di tingkat desa, akan ada distribusi bahan makanan yang lebih merata dan dapat memperkuat perekonomian daerah. Hal ini karena produk lokal akan lebih mudah diakses dan dipasarkan melalui dapur-dapur SPPG yang ada.

Baca Juga :  Siaga Mudik, Tenang Bersama ID. Buzz

Selain itu, dampak lainnya adalah terciptanya lapangan pekerjaan baru di tingkat desa, terutama bagi tenaga kerja yang terlibat dalam proses pengolahan makanan dan distribusi. “Kami ingin memastikan bahwa program ini tidak hanya memberi manfaat bagi kesehatan, tetapi juga membuka peluang kerja yang luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Melihat perkembangan yang ada, Bupati Dadang Supriatna tetap optimis bahwa target 361 SPPG akan tercapai sesuai rencana. Ia berharap seluruh pihak, baik dari pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta, dapat bersinergi untuk mencapai tujuan bersama.

“Ini adalah tugas bersama. Semua pihak harus berkolaborasi untuk memastikan bahwa program SPPG ini berjalan dengan baik dan dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Kabupaten Bandung,” tutup Bupati Dadang Supriatna.

Dengan terus beroperasinya lebih banyak dapur SPPG, diharapkan Kabupaten Bandung bisa mencapai kesejahteraan yang lebih merata, dengan ekonomi yang berkembang pesat, serta masyarakat yang sehat dan sejahtera.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :