Usai Tahlilan 100 Hari Meninggalnya Suami, Janda Muda Gantung Diri

Editor Ilustrasi tambang jerat bunuh diri./istimewa/net.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kepergian sang suami untuk selamanya membuat Al, 20 terguncang. Usai rampung menggelar tahlilan 100 hari kepergian sang suami, Al nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Ia melakukan aksi bunuh diri itu saat berada di rumah orang tuanya di wilayah Kanigaran, Kota Probolinggo. Jenazah janda muda yang belum memiliki anak itu ditemukan di dapur rumah sekitar pukul 09.30, Sabtu (10/10).

“Pagi hari sekitar pukul 06.00 korban (Al) datang ke rumah orang tuanya. Selanjutnya selang beberapa waktu kemudian, ibunya masuk ke dapur. Sang ibu kaget melihat putrinya yang sudah meninggal dalam keadaan gantung diri. Selanjutnya ibunya meminta bantuan kepada tetangganya untuk menurunkan korban,” terang Kapolsek Mayangan Kompol Bambang Ponco, seperti dilansir jawapos.com dari radar bromo.

Dari penyelidikan polisi, Al memang menderita gangguan kejiwaan usai ditinggal meninggal sang suami.

“Saudari korban telah melakukan perawatan medis di rumah sakit jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat, Lawang, Kabupaten Malang. Namun pulang paksa pada 10 April 2020. Korban alami depresi lantaran ditinggal mati suaminya. Jumat (9/10) telah melakukan selamatan 100 hari (meninggalnya) suami korban,” katanya.

Atas kejadian itu, pihak keluarga sendiri telah menerima kematian Al.

“Korban telah dikebumikan. Usai pihak keluarga membuat surat pernyataan yang ditandatangani oleh ayahnya,” imbuh perwira polisi dengan satu melati di pundaknya itu. @fen

Baca Juga :  Polres Sukabumi Gagalkan Ribuan Wisatawan Hendak Masuk ke Objek Wisata Geopark

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Booming Tanaman Hias "Janda Bolong" Bisa Geliatkan Ekonomi di Masa Pandemi

Ming Okt 11 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Popularitas tanaman hias “Janda Bolong” dengan nama Latin Monstera Adansoni Variegata akhir-akhir ini, merupakan fenomena baru di tengah suasana pandemi Covid-19. Tanaman hias jenis dedaunan yang di masyarakat Jawa disebut “Rondo Bolong” – – dari kata ron atau daun podo atau pada bolong – – belakangan banyak […]