USSEC Membantu Pembeli Memverifikasi Kedelai Berkelanjutan

Editor Ilustrasi. /net
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | ST. LOUIS – Pelanggan internasional yang membeli kedelai Amerika Serikat (AS) pada seluruh rantai pasok kini dapat meningkatkan komitmen terhadap pasokan ingredien berkelanjutan. U.S. Soy Sustainability Assurance Protocol (SSAP) kini diperluas agar transfer sertifikat SSAP dapat dilakukan hingga sebanyak empat kali.

Pembeli kedelai AS telah lama menginginkan transparansi yang lebih jelas atas aspek keberlanjutan dalam pembelian kedelai. Sebagian pendanaan dalam perubahan SSAP oleh Soy Export Sustainability, LLC berasal dari soybean checkoff di tingkat nasional. Lewat perubahan ini, pembeli dapat menyimpan catatan pembelian kedelai AS yang berkelanjutan, serta memakai pembelian ini untuk memenuhi target ESG (Environmental, Social and Governance), serta menyusun laporan perkembangan tentang pencapaian target tersebut. Importir juga memperoleh sertifikat atas nama mereka dari pihak eksportir. Lalu, importir dapat mentransfer sertifikat ini kepada pelanggannya. Sertifikat ini dapat ditransfer hingga empat kali setelah ekspor dilakukan.

“Jaminan atas pengadaan produk kami secara berkelanjutan merupakan komitmen terhadap rantai pasok yang bertanggung jawab. Kami gembira, sertifikasi SSAP terus ditingkatkan, serta metodologi transparan dan kredibel kini tersedia ketika mengukur kinerja aspek keberlanjutan. Sertifikat yang dapat ditransfer berperan penting bagi pelanggan dan bisnis. Dengan sertifikat SSAP, kami dapat menelusuri dan memverifikasi bahwa produk kedelai yang dibeli pelanggan telah dibudidayakan secara berkelanjutan sehingga meningkatkan kelestarian sistem pangan dunia,” ujar Dessislava Barzachka, EA Sustainability Execution Manager, Bunge.

SSAP, dikembangkan pada 2013, merupakan pendekatan agregasi yang terverifikasi, serta diaudit oleh pihak ketiga untuk memeriksa produksi kedelai yang berkelanjutan di seluruh AS. Sistem ini didesain guna menyeimbangkan kedelai berkelanjutan yang telah diverifikasi pada setiap transfer. Lebih lagi, perhitungan industri turut dilakukan dalam sistem tersebut. Lembaga yang menerbitkan dan menelusuri sertifikat SSAP adalah Soy Export Sustainability, LLC.

Baca Juga :  Hasil Liga Champions Tadi Malam: Manchester United Comeback, Barcelona Akhirnya Menang

Perubahan ini memenuhi kebutuhan jangka pendek pembeli untuk menunjukkan komitmen terhadap pasokan kedelai yang berkelanjutan. Di sisi lain, dalam jangka panjang, perubahan ini turut meningkatkan permintaan produk berkat preferensi pelanggan terhadap produk berkelanjutan.

Dengan panduan SSAP, petani kedelai AS terus meningkatkan kinerja dalam aspek keberlanjutan, serta menjamin ketersediaan produk yang lebih lestari pada masa mendatang. Kedelai AS telah dikenal memiliki jejak karbon terendah dibandingkan kedelai di negara lain. SSAP juga mencakup audit perkebunan oleh pihak ketiga yang independen— U.S. Department of Agriculture (USDA). SSAP baru saja meraih status Silver Level Equivalence ketika dievaluasi menurut Sustainability Assessment (FSA) 3.0. yang disusun Sustainable Agriculture Initiative Platform (SAI Platform). SSAP pun meraih skor positif dalam panduan pasokan kedelai European Feed Manufacturers Federation (FEFAC) melalui badan independen International Trade Centre (ITC), serta mendapat pengakuan dari Sustainable Soy Sourcing Guidelines dalam naungan Consumer Goods Forum, dan “Best Aquaculture Practices” versi Global Seafood Alliance.

“Petani kedelai AS sangat berkomitmen terhadap aspek keberlanjutan. Jadi, kami selalu berupaya mendukung petani kedelai AS memverifikasi aspek keberlanjutan dari produk mereka. SSAP menjadi bentuk dukungan ini, dan kini tersedia dalam sertifikat yang dapat ditransfer. SSAP memfasilitasi transfer verifikasi tersebut untuk pelanggan lain,” jelas Abby Rinne, Director, Sustainability, U.S. Soybean Export Council (USSEC). USSEC adalah anggota pendiri Soy Export Sustainability, LLC, lembaga yang menjaga keunggulan, meningkatkan preferensi, dan memperoleh akses pasar kedelai AS.

U.S. Soybean Export Council (USSEC) menjaga keunggulan, meningkatkan preferensi, dan memperoleh akses pasar kedelai AS untuk konsumsi manusia, akuakultur, dan pakan di 80+ negara di seluruh dunia. Anggota USSEC mewakili rantai pasok kedelai, termasuk U.S. Soy farmer, pihak pengolah, pengirim komoditas, pedagang, aliansi agribisnis, serta asosiasi pertanian.  USSEC didanai soybean checkoff di AS, matching fund dari USDA Foreign Agricultural Service (FAS), serta industri.@mpa

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Gencar Beri Layanan KB MOW Gratis, Turunkan Prevalensi Stunting

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ketua MUI Sebut Peran Koperasi Sebagai Pilar Perekonomian Nasional

Kam Sep 29 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Ketua MUI Bidang Ekonomi Syariah dan Halal, KH. Sholahuddin Al-Aiyub, M. Si., menyampaikan koperasi merupakan pilar perekonomian nasional yang membiayai banyak pelaku usaha kecil. “Nasabah-nasabah dari UMKM hingga usaha ultra mikro, banyak yang mendapatkan fasilitas pembiayaan dan melakukan usaha bersama melalui koperasi,” jelas Kiai Aiyub, […]