USWAH: ‘Abbad bin Bisyir, Tetap Salat walau Terpanah (1)

Editor Ilustrasi./minanews.net/ist.
Silahkan bagikan

VISI-NEWS.COM – Ketika Mush’ab bin Umeir tiba di Madinah sebagai utusan dari Rasulullah saw. untuk mengajarkan seluk beluk Islam kepada orang-orang Ansar yang telah baiat kepada Nabi dan membimbing mereka melakukan salat, ‘Abbad bin Bisyir r.a. adalah seorang budiman yang telah dibukakan Allah hatinya untuk menerima kebaikan.

‘Abbad datang menghadiri majelis Mush’ab dan mendengarkan dakwahnya, lalu diulurkan tangannya meng­angkat baiat memeluk Islam. Dan semenjak saat itu mulailah ia menempati kedudukan utama di antara orang-orang Ansar yang diridai oleh Allah serta mereka rida kepada Allah.

Kemudian Nabi pindah ke Madinah, setelah lebih dulu orang-orang mukmin dari Mekah tiba di sana. Maka mulailah terjadi peperangan-peperangan dalam mempertahankan diri dari serangan-serangan kafir Quraisy dan sekutunya yang tak henti­-hentinya memburu Nabi dan umat Islam.

Kekuatan pembawa cahaya dan kebaikan bertarung dengan kekuatan gelap dan kejahatan. Pada setiap peperangan itu ‘Abbad bin Bisyir berada di barisan terdepan, berjihad di jalan Allah dengan gagah berani dan mati-matian dengan cara yang amat mengagum­kan.

Setelah Rasulullah saw. dan kaum muslim selesai meng­hadapi perang Dzatur Riga’, mereka sampai di suatu tempat dan bermalam di sana.

Mengawal Nabi Saw

Rasulullah memilih beberapa orang sahabat untuk mengawal secara bergiliran. Di antara mereka terpilih ‘Ammar bin Yasir dan ‘Abbad bin Bisyir yang berada pada satu kelompok.

Karena dilihat oleh ‘Abbad bahwa kawannya ‘Ammar sedang lelah, diusulkannyalah agar ‘Ammar tidur lebih dulu dan ia akan mengawal. Dan nanti bila ia telah mendapatkan istirahat yang cukup, maka giliran ‘Ammar pula mengawal menggantikannya.

‘Abbad melihat bahwa lingkungan sekelilingnya aman. Maka timbullah fikirannya, kenapa ia tidak mengisi waktunya dengan melakukan salat, hingga pahala yang akan diperoleh jadi berlipat. Lalu ia bangkit melakukannya.

Baca Juga :  Aboebakar Al-Habsyi Nyatakan Siap Jadi Penjamin Penangguhan Penahanan Rizieq

Tiba-tiba saat ia berdiri sedang membaca sebuah surat al-Quran setelah al-Fatihah, sebuah anak panah menancap di pangkal lengannya. Dicabutnya anak panah itu dan diteruskannya salatnya.

Tidak lama di antaranya mendesing pula anak panah kedua yang mengenai anggota badannya.Tetapi ia tak hendak menghentikan salatnya. Hanya di­cabutnya anak panah itu seperti yang pertama tadi, dan di­lanjutkannya bacaan surat.

Kemudian dalam gelap malam itu musuh memanahnya lagi untuk ketiga kalinya. ‘Abbad menarik anak panah itu dan meng­akhiri bacaan surat. Setelah itu ia ruku’ dan sujud, sementara tenaganya telah lemah disebabkan sakit dan lelah.

Ia sujud sambil mengulurkan tangannya kepada kawannya yang sedang tidur di sampingnya dan ditarik-tariknya sampai terbangun. ‘Abbad bangkit dari sujudnya dan membaca tasyahud, lalu menyelesaikan salatnya.

‘Ammar terbangun mendengar suara kawannya yang ter­putus-putus menahan sakit,

“Gantikan daku mengawal karena aku telah kena… !” suara ‘Abbad lirih. (bersambung)/@fen/sumber: minanews.net

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Deteksi Covid-19, 25 Kamera Dipasang di Masjidilharam

Rab Des 16 , 2020
Silahkan bagikanVISI-NEWS.COM – Sejak umrah dibuka kembali, Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci telah memantau suhu sekitar 4 juta orang melalui kamera termal. Sebanyak 25 kamera dipasang di pintu masuk Masjidilharam untuk mendeteksi jemaah yang demam untuk mencegah penyebaran penyakit virus corona (Covid-19). Melansir ihram.co.id, lebih dari 100 karyawan telah […]